Welcome to FRENDI FERNANDO (Majenang)Website ... monggo dinikmati...

Selasa, 01 Maret 2011

Belajar Ikhlas bersama AA Gym

ESQ Leadership Center kembali menyelenggarakan pengajian rutin bulanan bertajuk “Pengajian ESQ 165” di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (27/2). Pengajian kali ini mengundang da'i kondang Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal dengan Aa Gym sebagai narasumber.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung ini membawakan materi “Belajar Ikhlas”. Acara yang digagas oleh FKA ESQ (Forum Komunikasi Alumni ESQ) ini dihadiri sekitar 1.000 orang yang terdiri dari berbagai kalangan, baik alumni ESQ maupun masyarakat umum. Selain untuk menjalin dan menjaga tali silaturahim yang semakin erat dengan sesama alumni ESQ, pengajian ini juga diadakan untuk mengisi dahaga spiritual umat Islam yang haus akan ilmu.

Pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian menyempatkan waktunya hadir di sela-sela kesibukannya memandu training Eksekutif angkatan ke-98. Ary Ginanjar berpesan kepada jamaah untuk memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya, karena waktu yang akan dilalui tidak akan kembali lagi. Betapa ruginya kalau waktu tidak diisi dengan kegiatan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, seperti mengikuti pengajian ini.

Dalam tausiyahnya Aa Gym mengajak jamaah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara menjadikan segala amal perbuatan yang dilakukan harus disertai dengan keikhlasan yang tulus. Mengapa demikian? Karena Allah SWT hanya akan menerima amal seorang hamba jika amal itu disertai ikhlas karena Allah SWT.

“Ada rumusnya jika mau ikhlas. Pertama, jangan ingin diketahui oleh orang lain. Kedua, jangan ingin dilihat oleh orang lain. Ketiga, jangan ingin dipuji. Keempat, jangan ingin dihargai. Kelima, jangan ingin dibalas budi,” jelasnya.

Pria asli Bandung ini berpesan kepada jamaah, janganlah beramal hanya untuk dilihat, diketahui, dipuji, dihargai, bahkan mengharapkan balas budi dari orang lain. Lakukanlah yang terbaik untuk mendapatkan ridha Allah SWT, karena kalau tidak dengan niat ikhlas, maka apa yang dilakukan tidak akan mendapat pahala.

“Ingatlah selalu kepada yang menciptakan dan menghidupkan kita, yang terpenting adalah bagaimana amal kita diterima oleh Allah,” pesannya.

Acara yang berdurasi sekitar satu setengah jam ini membuat jamaah yang hadir mengerti akan makna sebuah keihklasan. Keikhlasan berarti memenuhi perintah Allah, tanpa mengharapkan balasan atau keuntungan dari orang lain. Seseorang yang ikhlas akan berpaling kepada Allah dengan hatinya dan hanya ingin mendapatkan ridha-Nya atas setiap perbuatan, langkah, dan do’anya.

Aa Gym menyitir ayat dalam Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 13, “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mendengar.”

Jumat, 25 Februari 2011

Dari kami Mahasiswa STAIS Majenang, untuk almarhum guru kami...


Tak ada yang bisa menduga datangnya takdir
Tak ada yang bisa menahan lajunya maut
Tak ada yang bisa menunda kedatangannya walau hanya sedetik.
Ia sebuah kepastian yang nyata
Ia sebuah kematian yang harus kita terima

Hari itu tanggal 12 Rabiul awal 1432 H, atau tepatnya malam 15 Februari 2011.....
Sebuah perjalanan hidup manusia terhenti
Ketika takdir berkata lain
Dan Malaikat maut menjemputnya untuk pulang
Duka menggores hati kami Mahasiswa STAIS Majenang
Menyisakan kenangan yg pernah terukir di hati kami
Seandainya waktu bisa diputar ulang
Kebersamaan ini masih teramat singkat
Belum banyak yang kami pahami
Belum banyak yang kami mengerti
Banyak yang ingin kami pertanyakan padamu
Tentang Allah dan Rasulnya
Tentang Istoqomah yang belum bisa kami jalani
Tentang hati yang masih belum ikhlas
Tentang jiwa yang masih haus akan cintaNYA
Dalam lunglai kami seakan bertanya
Bagaimana maut itu datang menjemputmu
Bagaimana dia memberi salam padamu
Bagaimana ia membawamu pergi
Pergi untuk selamanya
Pergi ketempat dimana Allah menunggunya

Kami tak lagi mampu untuk bertanya
Kami tak mampu lagi untuk memandang wajahmu yg tertutup hijab
hem,,, Kau pasti rindu denganNYA
Kau pasti menginginkan pertemuan denganNYA
DIA yg selalu kau puja setiap waktu
Dia yg selalu kau sebut ASMANYA di setiap tarikan nafasmu
DIA yg sangat kau cinta
Yang karena DIA kau mencintai kami

Dalam diam dan keharuan kami
Kami hanya mampu mengiringimu dengan doa dan keikhlasan
Doa yang akan selalu menemanimu di tidur panjangmu
Doa yang menjadikan kau tenang bersamanya
Doa yang lebih baik dari dunia dan isinya

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim
Wahai Dzat yang Maha Hidup
Dengarlah doa dan tangisan hati kami untuknya
Doa untuk guru,dosen serta sahabat bagi kami
Bapak Agus Suseno...

Ampunilah segala dosa dan kehilafannya
Ampunilah segala lupa dan alpanya
Lapangkan kuburnya. jadikan kuburnya raudhoh minriyadhil jannah
Jauhkan dia dari fitnah kubur
Cucurkan rahmat ke'alam kuburnya
Ringankan timbangannya
Dan tempatkan dia ditempat yang mulia
Bersama orang2 yang ENGKAU mulyakan...

Pak Dosen....
Maafkan segala kehilafan kami
Maafkan apa yang ada di hati dan lisan kami
Selamat jalan Guru kami....
Selamat jalan Dosen kami....
Selamat jalan juga sahabat bagi kami ....
Aku yakin kau akan bahagia bersama denganNYA
Dan aku yakin kelak kaupun akan berada di bawah benderanya ROSULLulloh yang kau cinta...
Amiiinn....

Sabtu, 05 Februari 2011

Proposal Kegiatan Muharoman STAIS Majenang

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN TSAURI
(STAIS)
MAJENANG – CILACAP
JAWA TENGAH
Jl. KH. Sufyan Tsauri PO. BOX. 18 Telp. (0280)623562
Cigaru Majenang 53257 Cilacap - Jawa Tengah


PROPOSAL KEGIATAN
MUHARRAM ON CAMPUS (MOC) 1432 H
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN TSAURI MAJENANG
TAHUN AKADEMIK 2010/2011

A. Pendahuluan

Memperingati tahun baru hijriyah yakni bulan muharram, merupakan salah satu momentum bersejarah bagi umat islam, karena hal tersebut dapat mengingatkan kita bahwa tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin. Menyadari hakikat tahun baru hijriyah, umat Islam sebagai umat terbaik dan sepatutnya menjadi suri tauladan yang baik kepada orang lain haruslah mempunyai cara dan sikap yang menjunjung tinggi ajaran wahyu dalam menyambut datangnya tahun baru hijriyah, agar dapat membedakan dengan cara dan adat kaum lain.
Jadi dalam memperingati Tahun Baru Islam (Wisdom Islamic New Year), kegiatan yang dilakukan bernilai syiar agama dan perlu didukung, dengan berzikir memuji kebesaran Allah dan tak henti mengucapkan shalawat atas Nabi Muhammad SAW, seperti yang akan kami laksanakan dalam kegiatan Muharram On Campus 1432 H.
Kemudian kegiatan yang direncanakan ini, tentunya tidak akan berjalan dengan baik tatkala tidak adanya dukungan baik moral maupun material dari pihak Perguruan Tinggi dan semua pihak yang terlibat didalam kegiatan ini.

B. Dasar Pemikiran

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru hijriyah, tepatnya kita akan memasuki bulan muharram. Yang berarti kita akan meninggalkan tahun lalu, dan memasuki tahun baru hijriah, yakni tahun baru 1432 hijriyah. Adalah tahun baru hijriyah, yang mana penyambutan tahun baru ini tidak selayaknya seperti orang-orang non muslim merayakan tahun baru miladiyahnya (masehi).
Sesuai dengan tema kegiatan kami kali ini 1 Muharram, is Time to Change... Tahun baru hijriyah ini kita sebagai muslim yang taat, selayaknya kita dapat mengintrospeksi diri dengan semua apa-apa yang telah kita perbuat, memilih semua bentuk amalan yang baik untuk tetap kita pertahankan dan kita tingkatkan porsi amalan yang baik untuk kita kerjakan. Dan meninggalkan semua perbuatan yang tidak bermanfaat, baik untuk diri kita maupun orang disekitar kita.
Senantiasa kita berusaha untuk menjadi hamba Allah SWT yang taat akan perintahnya, dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhi segala larangannya. Dan bukanlah Allah SWT telah berfirman bahwa manusia adalah hambanya yang memiliki tugas untuk beribadah. Kalaulah ditahun-tahun lalu kita masih sering melakukan berbagai kekurangan, maka marilah kita kejar kekurangan-kekurangan itu dengan semangat memperbaiki diri menuju kesempurnaan, baik itu dalam beribadah, bekerja, bermasyarakat, dan berkreasi.
Dan jika dimasa-masa lalu masih banyak berbagai kemaksiatan yang kita lakukan, maka marilah kita ganti kemaksiatan itu dengan semangat memprbanyak amalan-amalan saleh. Kapan lagi kita memperbaiki diri, kalau bukan dimulai dari sekarang? Dan pantaskah kita menundanya? Padahal kita tidak tahu kapan kehidpan didunia ini berakhir?. Dan juga ingatlah! bahwa Allah SWT tidak menjadikan kehidupan didunia ini abadi.
Jika demikian untuk apalagi kita berlama-lama dalam kubangan kemaksiatan, dan untuk apalagi kita menunggu hari esok untuk berbuat amalan soleh. Dan bukankah kita sudah tahu bahwa ajal manusia adalah rahasia Allah SWT semata. Firmannya dalam al-Qur’an menyatakan: Artinya :“ Tiap-tiap umat memiliki batasan waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak akan mengundurkannya barang sesaatpun, dan tidak dapat pula memajukannya?.
Dengan ayat ini kita dapat memahami bahwa umur kita akan terus berjalan seiring jarum jam berputar, dan kesempatan? tidak akan pernah mengiringi putaran jarum jam, dan yang pasti kesempatan itu? tidak akan pernah ada untuk kedua kalinya. Ini berarti umur kita bukannya semakin bertambah, tetapi sebaliknya dari tahun ketahun umur kita semakin berkurang.
Oleh sebab itu marilah kita isi hidup kita ini dengan memperbanyak amalan shaleh, belajar dengan giat, bekerja dengan ikhlas, dan beribadah dengan hanya mengharap ridho Allah SWT semata. Sekarang kita masih hidup, tetapi siapa tahu besok pagi kita akan mati. Sekarang kita masih dapat menikmati tahun baru hijriah, tetapi siapa tahu tahun depan kita akan mati. Selamat Tahun Baru Islam 1432 H untuk para sahabat. Dengan datangnya tahun baru ini, semoga semangat untuk membangun kemegahan akhirat lebih kuat dari semangat untuk membangun kemegahan dunia.
C. Nama Kegiatan

Kegiatan ini bernama Muharram On Campus (MOC) 1432 H.

D. Tema Kegiatan

Kegitan ini bertemakan “1 Muharram, is Time to Change ”

E. Tujuan Kegiatan

1. Memperingati tahun baru hijriyah 1 Muharram 1432 H.
2. Menguatkan ukhuwah islamiyah di lingkungan kampus dan sekitarnya.
3. Mengoptimalkan peran BEM dalam pengabdiannya kapada kampus.
4. Meningkatkan kualitas ketaqwaan manusia beriman terhadap Sang Pencipta.

F. Target Kegiatan

1. Terlaksananya serangkaian kegiatan Muharram On Campus 1432 H BEM STAIS Majenang dengan sukses dan lancar serta di Ridhoi Allah SWT.
2. Tergugahnya semangat pada diri mahasiswa dan para santri agar menaikkan derajat dimata Allah SWT untuk mencapai tingkat kesempurnaan.
3. Terbentuknya mahasiswa dan santri yang beriman, bertaqwa, tangguh, dan bersahaja.
G. Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan Muharram On Campus 1432 H BEM STAIS Majenang Insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari/ Tanggal : Senin, 06 Desember 2010
Tempat : Aula STAIS Majenang
Manual acara terlampir.

Pelaksanaan kegiatan :
1. Bentuk : Diskusi
Hari/ Tanggal : Senin, 06 Desember 2010
Waktu : 20.00 – 22.00 WIB
Tema : “ 1 Muharram”
Peserta : Mahasiswa STAIS Majenang dan Tamu Undangan
Pembicara : 1) Bp. Agus Suseno M,si
2) Ustadz Haris Hamam

2. Bentuk : Motivasi
Hari/ Tanggal : Senin, 06 Desember 2010
Waktu : Pukul 22.00 – 23.30 WIB
Tema : “ Muharram, “Time to Change” tunggu apa lagi...?”
Tempat : Aula Gedung STAIS Majenang
Peserta : Mahasiswa STAIS Majenang dan Tamu Undangan
Tujuan : - Merefleksikan tahun baru hijriyah 1432 H.
- Meningkatkan iman dan taqwa di kalangan mahasiswa.
- Mempererat ukhuwah islamiyah sesama muslim.
Pembicara : Bp. KH. Hisbulloh Huda SH.




H. Peserta dan Sasaran Kegiatan

Peserta dan sasaran kegiatan ini, adalah:
1. Mahasiswa STAIS Majenang.
2. Santriwan dan Santriwati PP.Miftahul Huda Cigaru – Majenang.
3. Seluruh Tamu Undangan

I. Pelaksana Kegiatan

Panitia dalam hal ini adalah Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (sebagai penyelenggara) dengan membentuk panitia OC (Organizing Commite/ panitia pelaksana) dengan jumlah orang personil. susunan panitia terlampir.

J. Anggaran Dana

Kegiatan ini direncanakan akan membutuhkan dana sebesar Rp3.000.000,00 (Tiga juta seratus lima puluh ribu rupiah ), dengan estimasi dana terlampir.

K. Penutup

Demikian proposal kegiatan Muharram On Campus kami buat, sebagai landasan kerja sekaligus sebagai pijakan berfikir kami dalam melaksanakan kegiatan ini. Selanjutnya suksesnya kegiatan ini tidak terlepas dari adanya dukungan dari semua pihak serta profesionalisme pelaksana. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap langkah kita, dan dapat memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi ummat dan pembangunan bangsa. Amin.

Majenang, 2 Desember 2010




Panitia Pelaksana


Ketua Sekretaris


Amri Yahya Frendi Fernando NIM.

Mengetahui


PUKET III STAIS Majenang Presiden BEM STAIS


Saekhoni, S.Ag. Ari Teguh Setiono
NIK.Y. 190 009 NIM. 083150003

Rabu, 12 Januari 2011

Andai Al Quran bisa bicara,Niscaya inilah keluh kasihnya kepada kita...

Waktu engkau masih kanak-kanak, engkau laksana kawan sejatiku..
Dengan wudhlu, kau sentuh aku dalam keadaan suci…
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari…
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun menciumku mesra, mesra sekali…

Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau tidak berminat lagi kepadaku..?
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah..?
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuan?
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapih sekali,
hinga kadang engkau lupa dimana menyimpannya..
Aku sudah engkau anggap sebagai perhiasan rumahmu saja,
Kadang kala aku dijadikan maskawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syaitan

Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, didalam laci, aku engkau padamkan…

Dulu ..pagi pagi..di rumah-rumah engkau bacakan beberapa halamanku…
Sore harinya, aku kau baca beramai-ramai bersama teman-temanmu di surau….
Sekarang pagi-pagi sambil minum kopi…
Engkau bacakan koran pagi atau nonton berita tv..

Waktu senggang kau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah maha perkasa
Engkau campakkan, engkau lupakan…

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembukaan surat-suratku (basmalah)
Di perjalanan engkau lebih asik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset berisi ayat Allah yang terdapat dalam laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu tertuju ke stasiun favoritmu
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja...
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu…
Benarkah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku…?

Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan tv
Menonton pertandingan liga inggris, italia, musik, film atau sinetron laga

Waktupun cepat berlalu….aku semakin kusam dalam lemari
Mengepul debu, dilapisi abu, dan mungkin dimakan kutu…
Seingatku hanya awal bulan ramadhan engku membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku…
Dengan suara dan lafadl yang tidak semerdu dulu…
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi membaca..

Apakah koran, tv, radio, komputer dapat memberimu pertolongan
bila engkau dikubur sendirian menunggu kiamat tiba..??
Engkaupun kan diperiksa oleh malaikat suruhannya…
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya

Setiap saat berlalu ….kuranglah jatah umurmu..
Dan akhirnya kubur senantiasa menunggumu
Engkau bisa kembali pada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu
Bila aku kau baca selalu dan kau hayati
Dikuburmu nanti….aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang membantumu..

Dalam perjalan di akhirat nanti akulah Qur’an kitab suci yang senantiasa menemani dan melindungimu
Peganglah aku lagi…bacalah aku kembali setiap hari..
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci…
Yang berasal dari Allah Tuhan yang maha mengetahui
Yang disampaikan Jibril kepada Nabi..
Sentuhlah aku kembali…

Bacalah…dan pelajari aku kembali lagi
Setiap datangnya pagi dan sore
Seperti dulu….dulu sekali…
Jangan aku engkau biarkan sendiri dalam bisu dan sepi
Maha Benar Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

Allah telah berfirman:
Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan". (QS. Al Furqan : 30)

Minggu, 14 November 2010

luapanku

Tuhan...
Malam ini kembali aku mengetuk pintu Mu
Lewat derasanya doa dan pujian yang terlantun
Dalam isak tangis yang mengiba
Ku bersimpuh di haribaan Mu
Pada setiap waktu ku yang tersisa
Berusaha untuk tetap tegak dan tegar
Menghadang setiap badai dalam hidup
Menepis gemuruh ragu dalam kalbu
Illahi Rabb....
Engkau lah kekuatan dalam setiap jengkal nadi ku
Mencengkram erat di setiap hembusan nafas ku
Membuncah rasa rindu ku pada Mu
Menggema di dalam relung kalbu
Aku takut yaa Rabb...
Tak bisa penuhi setiap janji yang terucap
Tak bisa menahan kenikmatan dunia yang mempesona
Bahkan tak bisa kendalikan nafsu angkara yang membelenggu
Yah nafsu ini begitu kuat menggoda
Berusaha luruhkan rasa Cinta ku pada Mu
Mengesampingkan nikmat yang telah Engkau beri
Menafikkan Engkau seakan Kau tiada
Bantu aku ya Rabbi...
Tepiskan segala resah yang menyelimuti hati
Hilangkan semua gelisah yang memeluk raga
Buang setiap keraguan yang mendekap kalbu
Ulurkan tangan Mu di sepanjang jalan ku
Berikan Cahaya Mu menerangi langkah ku
Jangan biarkan aku terjerebab lagi dalam lumpur dosa
Pegang aku ya Allah...
Pegang erat jiwa ku yang selalu ingin mengembara
Berkelana mencari cinta hakiki Mu
Mengeja ayat demi ayat di dalam Kitab Suci Mu
Agar kau tak berpaling dari ku
Tuhan...
Tutup semua pintu dosa ku
Jangan biarkan lautan dosa menenggelamkan ku
Dalam buih-buih kenistaan yang menggunung
Ijinkan aku menapaki kaki-kaki langit
Mencari dan menemukan cinta sejatiku
Karena ku tahu ya Rabbi...
Hanya cinta Mu yang paling hakiki

Rabu, 10 November 2010

mengenang Ahlak Nabi Muhammad SAW

A’uudzu billahi minasy syaithanirrajiim Bismillahirrahmanir rahim
Allahumma salli ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa sahbihi wasallim
Setelah Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya – tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, “Ceritakan padaku akhlak Muhammad!”. Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.
Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam. Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata berkata, “Ceritakan padaku keindahan dunia ini!.” Badui ini menjawab, “Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini….” Ali menjawab, “Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68] : 4)”
Badui ini lalu menemui Siti Aisyah r.a. Isteri Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam yang sering disapa “Khumairah” oleh Nabi ini hanya menjawab, khuluquhu al-Qur’an (Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur’an). Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahwa Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam itu bagaikan Al-Qur’an berjalan. Badui ini tidak puas, bagaimana bisa ia segera menangkap akhlak Nabi kalau ia harus melihat ke seluruh kandungan Qur’an. Aisyah akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca dan menyimak QS Al-Mu’minun [23]: 1-11.

Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi, linangan air mata-lah jawabannya, karena mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi terakhir ini.Mari kita kembali ke Aisyah. Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, Aisyah hanya menjawab, “Ah semua perilakunya indah.” Ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. “Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, ‘Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.’” Apalagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, karena dalam sejumput episode tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah.
Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika sahabat tersebut terlambat datang ke Majelis Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam memanggilnya. Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi malah mencium sorban Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam tersebut.
Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan sorbannya untuk tempat alas duduk kita. Bukankah kalau mendapat kartu lebaran dari seorang pejabat saja kita sangat bersuka cita. Begitulah akhlak Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, sebagai pemimpin ia ingin menyenangkan dan melayani bawahannya. Dan tengoklah diri kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul Yang Mulia.
Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam juga terkenal suka memuji sahabatnya. Kalau kita baca kitab-kitab hadis, kita akan kebingungan menentukan siapa sahabat yang paling utama. Terhadap Abu Bakar, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam selalu memujinya. Abu Bakar- lah yang menemani Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam ketika hijrah. Abu Bakarlah yang diminta menjadi Imam ketika Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam sakit. Tentang Umar, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pernah berkata, “Syetan saja takut dengan Umar, bila Umar lewat jalan yang satu, maka Syetan lewat jalan yang lain.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam bermimpi meminum susu. Belum habis satu gelas, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam memberikannya pada Umar yang meminumnya sampai habis. Para sahabat bertanya, Ya Rasul apa maksud (ta’wil) mimpimu itu? Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam menjawab “ilmu pengetahuan. “
Tentang Utsman, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam sangat menghargai Utsman karena itu Utsman menikahi dua putri Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, hingga Utsman dijuluki Dzu an-Nurain (pemilik dua cahaya). Mengenai Ali, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam bukan saja menjadikannya ia menantu, tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali. “Aku ini kota ilmu, dan Ali adalah pintunya.” “Barang siapa membenci Ali, maka ia merupakan orang munafik.”
Lihatlah diri kita sekarang. Bukankah jika ada seorang rekan yang punya sembilan kelebihan dan satu kekurangan, maka kita jauh lebih tertarik berjam-jam untuk membicarakan yang satu itu dan melupakan yang sembilan. Ah…ternyata kita belum suka memuji; kita masih suka mencela. Ternyata kita belum mengikuti sunnah Nabi.
Para sahabat pun ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan pada Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam. Mereka ingin Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam menunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam memutuskan siapa, Abu Bakar berkata: “Angkat Al-Qa’qa bin Ma’bad sebagai pemimpin.” Kata Umar, “Tidak, angkatlah Al-Aqra’ bin Habis.” Abu Bakar berkata ke Umar, “Kamu hanya ingin membantah aku saja,” Umar menjawab, “Aku tidak bermaksud membantahmu. ” Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin keras. Waktu itu turunlah ayat: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi. janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti mengeraskan suara kamu ketika bercakap sesama kamu. Nanti hapus amal- amal kamu dan kamu tidak menyadarinya” (QS. Al-Hujurat 1-2)
Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar berkata, “Ya Rasul Allah, demi Allah, sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali seperti seorang saudara yang membisikkan rahasia.” Umar juga berbicara kepada Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dengan suara yang lembut. Bahkan konon kabarnya setelah peristiwa itu Umar banyak sekali bersedekah, karena takut amal yang lalu telah terhapus. Para sahabat Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam takut akan terhapus amal mereka karena melanggar etiket berhadapan dengan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam.
Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam ketika saat haji Wada’, di padang Arafah yang terik, dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato. Di akhir pidatonya itu Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dengan dibalut sorban dan tubuh yang menggigil berkata, “Nanti di hari pembalasan, kalian akan ditanya oleh Allah apa yang telah aku, sebagai Nabi, perbuat pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa jawaban kalian?” Para sahabat terdiam dan mulai banyak yang meneteskan air mata. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam melanjutkan, “Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kalian dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku karena menahan lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kalian, bukankah telah kusampaikan pada kalian wahyu dari Allah…..?” Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, “Benar ya Rasul!”
Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, “Ya Allah saksikanlah. ..Ya Allah saksikanlah. ..Ya Allah saksikanlah! “. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam meminta kesaksian Allah bahwa Nabi telah menjalankan tugasnya.saya pun meminta Allah menyaksikan bahwa kita mencintai Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam. “Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu, betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu, betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang indah; semua budi pekertinya yang agung, betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama Nabiyullah Muhammad, betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam surga yang sama dengan surganya Nabi kami. Ya Allah saksikanlah. ..Ya Allah saksikanlah Ya Allah saksikanlah”