Welcome to FRENDI FERNANDO (Majenang)Website ... monggo dinikmati...

Rabu, 01 Juni 2011

Pelantikan BEM STAIS Majenang, Selasa 17 Mei 2011





Lampiran Surat Keputusan Ketua STAIS Majenang
Nomor : 045/STS/X.31/SK/V/2011
Tanggal : 16 Mei 2011

SUSUNAN PENGURUS BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN TSAURI MAJENANG
KABUPATEN CILACAP – JAWA TENGAH
PERIODE 2011-2012

Pelindung : Ketua STAIS Majenang Cilacap
Dewan Penasehat : Puket I STAIS Majenang Cilacap
Puket II STAIS Majenang Cilacap
Penanggung Jawab : Puket III (Bidang Kemahasiswaan) STAIS Majenang Cilacap

BADAN PENGURUS HARIAN :

Presiden Mahasiswa : Amri Yahya
Wakil Presiden Mahasiswa : Nur Mubin
Sekretaris Negara : Ismawati Safitri
Wakil Sekretaris Negara : Umi MIftahul Jannah

STRUKTUR KABINET :

1. Menteri Luar Negeri : Muchtar Kamajaya
Staf : Mashudan
2. Menteri Dalam Negeri : Nur Yakin
Staf : Frendi Fernando
3. Menteri Sumber Daya Manusia : Imam Muzani
Staf : Jasmadi
4. Menteri Keuangan : Nur Afida
Staf : Kokom Komariyah

SUSUNAN PENGURUS DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN TSAURI MAJENANG
PERIODE 2011-2012

PENGURUS DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA
Ketua DPM : Maftuhin
Wakil Ketua : Nur Kholis
Sekretaris : Zaenatul Fitria
Bendahara : Rukmawati
Staf Keuangan : Siti Fajriyah

Komisi A
Bidang Pendidikan dan Penelitian
Koordinator Komisi : Toha
Anggota : Ilzam Habik
Komisi B
Bidang Kemahasiswaan
Koordinator Komisi : Nono Rusyanto
Anggota : Ibnu Tajdidul M
Komisi C
Hubungan Luar dan Kemasyarakatan
Koordinator Komisi : M. Luqonul F
Anggota : M. Sykron Ma’mun
Komisi D
Komisi Pengembangan Minat dan Bakat
Koordinator Komisi : Fatonah Alfiani
Anggota : Ambar Dwijayanto

Kamis, 12 Mei 2011

STAIS Majenang mulai bangkit...

Ketika keredupan sudah mulai merasuki setiap kalbu kita,

saat air mata telah mulai habis karena ratapan masa lalu yang dirasa menyakitkan...

kita mesti cepat-cepat menyadari bahwasannya hidup akan terus berlanjut,

kalau saya sering bilang sama mas Endang, "mas..Show Must Go on..."hehe

maaf tak ada maksud terlalu berbangga dengan sesuatu yg didapat yang sangat sederhana ini, tapi sedikit harapan saya mudah-mudahan ini bisa jadi momentum awal kebangkitan kita semua...

oh ya,

aku sempat ikut larut dalam kesedihan mba hani syifa yang mengungkapkan rasa kehilangan atas dosen tercinta, aku juga sempat merasa empati dengan mba gisma yang gak bisa nahan emosi'nya untuk meluapkan kesedihannya dan menceritakan awal kisah dia berada di STAIS,

dan aku juga tak akan lupa melihat wajah-wajah sahabat STAIS yang mulai berkaca-kaca melihat tayangan video yang diputar oleh mas bro "satria dholan bae" atas ide darinya dan dari sang maestro kita "mas endang...."

tapi aku masih sangat ingat ketegaran sang wonder woman kita mba Afida yang berusaha menyemangati kembali kawan-kawannya yang tengah larut dalam kedukaan...walau'pun aku tau saat dia berucap seperti itu sebenarnya dia masih menahan rasa pedih yang begitu mendalam...

dan aku"pun masih merekam moment-moment saat mba ismawati menelponku sambil menangis bahwasannya dosen tercinta telah tiada...

aku tau dari kejadian itu semua bahwa STAIS sangat terpukul dan kemudian jatuh tersungkur,terpuruk bagai tak bernyawa...

tapi dari situ aku masih menangkap berjuta-juta idealisme dari mata kalian, ribuan harapan kalian yang telah tertancap dihati sanubari hendaklah mengalahkan setiap halang rintang meski itu sangat menyakitkan...

makasih buat kalian semua yang sudah kembali membukakan mata kami yang masih awam ini, akan arti sebuah ketulusan, akan arti sebuah cita-cita...

kita disini bersama untuk kemudian maju melangkah dengan cita-cita yang sama pula...

ayo bangkit kawan, kami bangga dengan kalian, kami bangga...ukir prestasi semaksimal mungkin untuk kampus kalian tercinta ini...dengan apapun, dengan apapun....!!!!

Piala ini kami dedikasikan untuk mantan ketua BEM kami, mas Ari Teguh Setiyono...

Kamis, 14 April 2011

Kisah Kubur

Dikisahkan bahwa sewaktu Fatimah r.a. meninggal dunia maka jenazahnya telah
diusung oleh 4 orang, antara lain:

1. Ali bin Abi Talib (suami Fatimah r.a)
2. Hasan (anak Fatima r.a)
3. Husin (anak Faimah r.a)
4. Abu Dzafrrin Al-Ghifary r.a

Sewaktu jenazah Fatimah r.a diletakkan di tepi kubur maka Abu Dzafrrin Al-Ghifary r.a berkata kepada kubur, "Wahai kubur, tahukah kamu jenazah siapakah yang kami bawakan kepada kamu ? Jenazah yang kami bawa ini adalah Siti Fatimah az-Zahra, anak Rasulullah s.a.w."
Maka berkata kubur, "Aku bukannya tempat bagi mereka yang berderajat atau orang yang bernasab, adapun aku adalah tempat amal soleh, orang yang banyak amalnya maka dia akan selamat dariku, tetapi kalau orang itu tidak beramal soleh maka dia tidak akan terlepas dari aku(akan aku layani dia dengan seburuk-buruknya)." Abu Laits as-Samarqandi berkata kalau seseorang itu hendak selamat dari siksa kubur hendaklah melaksanakan empat perkara:

1. Hendaklah ia menjaga sholatnya
2. Hendaklah dia bersedekah
3. Hendaklah dia membaca al-Qur'an
4. Hendaklah dia memperbanyakkan membaca tasbih karena dengan memperbanyak membaca tasbih, ia akan dapat menyinari kubur dan melapangkannya.

Adapun empat perkara yang harus dijauhi ialah :

1. Jangan berdusta
2. Jangan berkhianat
3. Jangan mengadu-domba
4. Jangan kencing sambil berdiri

Rasulullah Sholallohu Alaihi wasallam telah bersabda yang bermaksud, "Bersucilah
kamu semua dari kencing, kerana sesungguhnya kebanyakan siksa kubur itu berasal dari kencing."
Seseorang itu tidak dijamin akan terlepas dari segala macam siksaan dalam kubur, walaupun ia seorang alim ulama' atau seorang anak yang bapaknya sangat dekat dengan Allah subhanah wata'alla Sebaliknya kubur itu tidak memandang adakah orang itu orang miskin, orang kaya, orang berkedudukan tinggi atau sebagainya, kubur akan melayan seseorang itu mengikut amal soleh yang telah dilakukan sewaktu hidupnya didunia ini.
Jangan sekali-kali kita berfikir bahwa kita akan dapat menjawab setiap pertanyaan yang dikemukakan oleh dua malaikat yakni Mungkar dan Nakir walau dengan cara kita menghafal. Pada hari ini kalau kita berkata kepada saudara kita yang tidak tahu takutlah kamu kepada Allah s.w.t. dan takutlah kamu kepada pertanyaan yang akan ditanyakan kepada kamu oleh malaikat Mungkar dan Nakir, maka mereka mungkin akan menjawab, "Ah mudah saja, aku akan menghafal untuk menjawabnya." Itu adalah kata-kata yang keluar dari pribadi yang kurang berfikir. Seseorang itu tidak akan dapat menjawab setiap pertanyaan di alam kubur jikalau dia tidak beramal sama sekali, sebab yang akan menjawab ialah amalnya sendiri. Sekiranya dia rajin membaca al-Qur'an, maka al- Qur'an itu akan membelanya dan begitu juga seterusnya.... yaROBB lindungi kami dr siksa kuburMU,,, selamatkan kami dr azab2MU
aamiin

Kamis, 24 Maret 2011

kisah sehelai daun


السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Pada sebatang pohon kecil, hiduplah beberapa daun yang tumbuh bersama. Diantara daun-daun tersebut terdapat sebuah daun yang sangat besar dan kuat. Daun itu diagung-agungkan karena kekuatannya. Dialah yang dianggap pelindung bagi daun-daun lainnya dari badai, hujan, panas matahari yang terik, dan bahaya lainnya.

Suatu ketika datanglah musim kemarau yang panjang. Daun-daun di pohon kecil itu mulai layu karena tidak mendapat air dan makanan. Daun besar yang tadinya kuat dan besar mulai terlihat keriput. Ia berusaha melindungi daun-daun lainnya dari matahari yang bersinar sangat terik sehingga daun2 sahabatnya itu tidak kehilangan air lebih banyak lagi.

Hari berganti hari, daun besar itu sudah sampai pada puncak usahanya. Ia mulai sobek-sobek sehingga sinar matahari mulai menembusnya. Ia mulai kehilangan kekuatannya dan daun-daun lainnya pun sudah mulai mengabaikannya karena ia tidak kuat lagi seperti dulu.

Beberapa hari kemudian daun besar itu merasa tidak kuat lagi akhirnya ia berkata kepada teman-temannya : Teman-teman aku tidak lagi mempunyai kekuatan untuk melindungi kalian, aku akan gugur. Selamat tinggal.

Setelah berkata demikian akhirnya daun besar itu pun gugurlah. Musim kemarau terus berlanjut, daun-daun di pohon kecil itu saling bertahan untuk hidup. Mereka sama sekali sudah melupakan daun besar yang telah berjasa melindungi mereka sehingga mereka dapat bertahan sampai sekarang.

Musim kemarau tidak juga berakhir. Daun-daun di pohon kecil itu sudah mulai kehilangan harapan. Mereka merasa sangat kelaparan, kehausan dan akan mati. Di saat mereka putus asa, tiba tiba dirasakan adanya air dan makanan dari tanah. Mereka terheran-heran akan adanya keajaiban itu.

Setelah lama mencari-cari, mereka menyadarinya. Mereka melihat bahwa daun besar itu sudah membusuk dan menghasilkan air dan sari makanan bagi mereka. Akhirnya dengan air dan sari makanan dari daun besar tadi, daun daun di pohon kecil itu berhasil bertahan sampai musim hujan datang. Daun-daun di pohon kecil itu sangat menyesal karena telah melupakan daun besar itu. Padahal sampai akhir hayatnya daun besar itu tetap menjadi pahlawan bagi daun-daun lainnya.

Renungan bagi kita,,

Janganlah menilai seseorang dengan penampilan dan kekuatannya.

Tuhan memberikan bantuan kepada kita melalui siapa saja

bahkan melalui orang yang kita anggap telah jatuh dan hina.

Ingatlah rencana Tuhan itu ajaib dan tidak pandang bulu terhadap semua hambanya.

Semoga bermanfaat...

It Always between You and God

Bila engkau baik…
Orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif egoismu.
Biar begitu, tetaplah bersikap baik.

Bila engkau jujur dan berterus terang...
Orang mungkin akan menipumu.
Biar begitu, tetaplah berbuat jujur dan berterus terang.

Bila engkau sukses...
Mungkin engkau akan mendapat teman-teman palsu dan musuh-musuh sejati.
Biar begitu, tetaplah meraih sukses.

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun...
Mungkin akan dihancurkan oleh seseorang dalam semalam.
Biar begitu, tetaplah membangun.

Bila engkau menemukan ketenangan dan kebahagian,
Orang mungkin akan iri hati dan dengki.
Biar begitu, tetaplah berbahagia dan temukan kedamaian hati.

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini...
Mungkin akan dilupakan orang keesokan harinya.
Biar begitu, tetaplah lakukan kebaikan.

Berikan pada dunia milikmu yang terbaik...
Dan mungkin itu tak akan pernah cukup.
Biar begitu, tetaplah berikan pada dunia milikmu yang terbaik.

Ketahuilah...
Pada akhirnya...
Semua ini adalah masalah...

Antara engkau dengan Tuhanmu.
Bukan antara engkau dengan mereka.

Wallahu a'lam bishshowab

Masalah dalam kehidupan

Selama hidup, pastinya ada masalah ..jadi ,jangan jadikan masalah ketika menghadapinya sebagai permasalahan
masalah ketika tidak dijadikan masalah, maka ia tak akan bermasalah
masalah adalah tetap masalah dan akan selalu ada
bila ingin hidup bebas dari masalah, itulah permasalahannya
bisa dikatakan sebagai orang bermasalah
ketika ada masalah, katakanlah,” tak masalah”
dengan banyaknya menghadapi masalah
semoga menjadikan bebas masalah
sebab, masalah tidak akan menjadi masalah lagi
bebaskanlah diri , maka masalah tak akan menghantui

Masalahnya bisakah kita menjadi manusia yang tidak takut dengan masalah segala permasalahan hidup yang begitu bermasalah

Bisakah?
masalahnya adalah….aku malas untuk mempermasalahkannya lagi
masalahmu bukan masalahku
masalahku bukan masalahmu
namun masalanya tak bisa begitu
masalahmu bisa jadi masalahku juga
begitu juga masalahku bisa jadi masalahmu pula
jadi masalahnya apa yang mau dipermasalahkan?
ya…masalahnya ya masalahlah!

Hidup dan Mati sengaja diciptakan Allah swt sebagai ujian bagi setiap manusia, agar Dia tahu siapa yang terbaik di antara mereka. Begitulah yang dikatakan Allah swt dalam surat al-Mulk [67]: 2. Dengan demikian, kehidupan di dunia ini adalah ujian yang tidak akan pernah berakhir, sampai datangnya kematian sebagai akhir “drama” kehidupan manusia di pentas dunia. Dalam surat al-Balad [90]: 4, Allah swt berfirman: “Sungguh Kami telah menciptakan manusia berada dalam kesusahan.”

Pernyataan tersebut Allah ungkapkan setelah terlebih dahulu Dia bersumpah dengan al-Balad/negeri Makah (tempat kediaman manusia), dan dengan Adam serta keturunannya (manusia). Dengan demikian, Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa manusia memang sengaja diciptakan Allah swt untuk menghadapi kesusahan dan kesulitan.Kesusahan dan kepayahan manusia selama di dunia, tidak akan pernah berhenti semenjak dalam kandungan sampai kematiannya datang. Bahkan, kematian itu sendiri adalah puncak dari kesusahan dan kepayahan hidup. Dalam kehidupan di dunia ini, setiap manusia selalu berhadapan dengan berbagai bentuk kesulitan dan kesusahan. Kalaupun dia bisa melepaskan diri dari satu kesulitan, maka dia akan menghadapi kesulitan yang lain.

Manusia memang harus menanggung resiko kehidupan dunia ini. Ia harus siap menghadapi kesulitan dan kepayahan, karena hidup memang diciptakan untuk itu. Akan tetapi, semua itu bertujuan baik, karena dengan kesulitan-kesulitan itulah, Allah swt meningkatkan derajat manusia itu sendiri. Allah swt berfirman dalam surat Ali-Imran [3]: 142: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk sorga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjuang di antara kamu dan belum nyata siapa yang sabar.”

Dalam surat al-Ankabut [29]:2, Allah swt juga berfirmanأ"Apakah manusia mengira akan dibiarkan saja mengatakan kami telah beriman, sementara mereka belum mendapatkan ujian?.”

Berapa banyak energi dan usaha yang harus kukerahkan
Pikiran yang dicurahkan
Siang malam bekerja

Demi untuk meneruskan kehidupan
Demi mengisi perut ini dengan butiran-butiran nasi
Demi sebuah rumah untuk berlindung
Demi yang namanya harga diri
Demi menjaga gengsi
Demi anak istri
Demi untuk memenuhi kesenangan duniawi

Segala cara dilakukan Saling mengalahkan Berbohong dan menipu
Moral etika dilupakan
Nurani dibungkam dalam-dalam
Hilang ingatan pada Tuhan
Perasaan dimatikan
Bila semua itu kulakukan
Hanya demi untuk mempertahankan hidup
Ah, sungguh kasihan dan menyedihkan!!!

Hidup dan Mati sengaja diciptakan Allah swt sebagai ujian bagi setiap manusia, agar Dia tahu siapa yang terbaik di antara mereka. Begitulah yang dikatakan Allah swt dalam surat al-Mulk [67]: 2.

Kehidupan di dunia ini adalah ujian yang tidak akan pernah berakhir, sampai datangnya kematian sebagai akhir “drama” kehidupan manusia di pentas dunia..Bagi yang bersabar akan beruntung .