Welcome to FRENDI FERNANDO (Majenang)Website ... monggo dinikmati...

Selasa, 01 Maret 2011

Presentasi LOGIKA tentang teori kebenaran Koherensi dan Korespondensi (STAIS MAJENANG)

PENDAHULUAN

Gnothi Seauthon..............!" demikianlah Sokrates, seorang filsuf besar Yunani, telah berbicara pada abad-abad sebelum masehi. “Kenalilah dirimu sendiri”, demikianlah kurang lebih pesan yang ingin ia sampaikan.
Manusia selalu berusaha menemukan kebenaran. Beberapa cara ditempuh untuk memperoleh kebenaran, antara lain dengan menggunakan rasio seperti para rasionalis dan melalui pengalaman atau empiris. Pengalaman-pengalaman yang diperoleh manusia membuahkan prinsip-prinsip yang lewat penalaran rasional, kejadian-kejadian yang berlaku di alam itu dapat dimengerti.
Manusia adalah mahluk berfikir yang dengan itu menjadikan dirinya ada. Prof. Dr. R.F Beerling, seorang sarjana Belanda mengemukakan teorinya tentang manusia bahwa manusia itu adalah mahluk yang suka bertanya. Dengan berfikir, dengan bertanya, manusia menjelajahi pengembaraannya, mulai dari dirinya sendiri kemudian lingkungannya bahkan kemudian sampai pada hal-hal lain yang menyangkut asal mula atau mungkin akhir dari semua yang dilihatnya. Kesemuanya itu telah menempatkan manusia sebagai mahluk yang sedikit berbeda dengan hewan. Sebagaimana Aristoteles, filsuf yunani yang lain, mengemukakan bahwa manusia adalah hewan yang berakal sehat, yang mengeluarkan pendapat, yang berbicara berdasarkan akal pikirannya (the animal that reason). W.E Hacking, dalam bukunya What is Man, menulis bahwa: "tiada cara penyampaian yang meyakinkan mengenai apa yang difikirkan oleh hewan- hewan, namun agaknya aman untuk mengatakan bahwa manusia jauh lebih berfikir dari hewan manapun. Ia menyelenggarakan buku harian, memakai cermin, menulis sejarah......."
Dengan menempatkan manusia sebagai hewan yang berfikir, berintelektual dan berbudaya, maka dapat disadari kemudian bila pada kenyataannya manusialah yang memiliki kemampuan untuk menelusuri keadaan dirinya dan lingkungannya. Manusialah yang membiarkan fikirannya mengembara dan akhirnya bertanya. Berfikir adalah bertanya, bertanya adalah mencari jawaban, mencari jawaban adalah mencari kebenaran.
Lalu apakah kebenaran itu ? atau apakah atau keadaan yang bagaimanakah yang dapat disebut benar ? Dalam makalah ini akan coba saya jelaskan mengenai beberapa teori tentang Kebenaran.

PEMBAHASAN

Apakah kebenaran itu, suatu pertanyaan yang sangat menukiki bila kita sedang mendebatkan masalah. Apakah itu masalah ekonomi hingga politik yang rumit.
Kebenaran acapkali diperdebatkan, namun makna sebenarnya acapkali ditinggal.
“Jika anak kecil digigit anjing maka yang benar anak tersebut harus berganti menggigit anjing”, apakah ini juga suatu kebenaran ??
Telah dikatakan bahwa manusia bukan tidak sekedar ingin tahu, tetapi ingin tahu kebenaran. Ia ingin memiliki pengetahuan yang benar’. Kebenaran ialah persesuaian antara pengetahuan dan obyeknya. Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang sesuai dengan obyeknya. Inilah kebenaran obyektif. Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang obyektif.
Suatu kebenaran bisa dipandang dari sudut pandang dan metode yang berbeda. Misalnya dari sudut rasionalisme dan empirisme. Rasionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa sumber pengetahuan satu-satunya yang benar adalah rasio (akal budi). Empirisme adalah aliran yang mengajarkan bahwa hanya pengalaman (lewat indra) merupakan sumber pengetahuan yang benar. Jadi, empirisme bertolak belakang dengan pandangan rasionalisme. Kedua pandangan tersebut melahirkan teori kebenaran, yaitu:
1. Korespondensi (menurut rasionalisme) dan,
2. Koherensi (menurut empirisme).

1. Teori Kebenaran Korespondensi

Teori kebenaran korespondensi adalah teori yang berpandangan bahwa pernyataan-pernyataan adalah benar jika berkorespondensi (bersesuai) terhadap fakta atau pernyataan yang ada di alam atau objek yang dituju pernyataan tersebut. Kebenaran atau suatu keadaan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pendapat dengan keyataan yang sungguh-sungguh terjadi atau fakta. Suatu proposisi adalah benar apabila terdapat suatu fakta yang sesuai dan menyatakan apa adanya. Teori ini sering diasosiasikan dengan teori-teori empiris pengetahuan.
Contoh:
1. Jika seseorang mengatakan bahwa, “Kampus STAIS adalah berada di kota Majenang,” maka pernyataan tersebut adalah benar, sebab pernyataan itu dengan objek yang bersifat faktual yakni Majenang, memang kota di mana kampus STAIS berada. Apabila ada orang lain yang menyatakan bahwa “Kampus STAIS berada di kota Banjar,” maka pernyataan itu adalah tidak benar, sebab tidak terdapat objek yang benar dengan pernyataan tersebut. Dalam hal ini, maka secara faktual, “Kampus STAIS bukan berada di kota Banjar, melainkan di Majenang.”
2. Hani mengatakan kepada Ipeh, “Wah lagi hujan nih!”. Perkataan bisa jadi benar, jika perkataan itu berhubungan dengan realitasnya. Akan tetapi, terkadang maksud perkataan lebih kepada sindiran, godaan atau yang bersifat menyesatkan. Sehingga secara semantik, pernyataan ini dapat menjadi benar atau salah. Benar jika saat itu memang cuaca sedang hujan tapi salah jika saat itu cuaca sedang panas terik.
Gejala-gejala alamiah, menurut kaum empiris, adalah bersifat konkret dan dapat dinyatakan lewat panca indera manusia. Gejala itu bila ditelaah mempunyai beberapa karakteristik tertentu. Logam bila dipanaskan akan memuai. Air akan mengalir ke tempat yang rendah. Pengetahuan inderawi bersifat parsial. Hal ini disebabkan adanya perbedaan antara indera yang satu dengan yang lain dan berbedanya objek yang dapat ditangkap indera. Perbedaan sensivitas tiap indera dan organ-organ tertentu menyebabkan kelemahan ilmu empiris. Ilmu pengetahuan empiris hanyalah merupakan salah satu upaya manusia dalam menemukan kebenaran yang hakiki dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Penyusunan pengetahuan secara empiris cenderung menjadi suatu kumpulan fakta yang belum tentu bersifat konsisten, dan mungkin saja bersifat kontradiktif. Adanya kecenderungan untuk mengistimewakan ilmu eksakta sebagai ilmu empiris untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi manusia tidak selalu tepat. Pengistimewaan pengetahuan empiris secara kultural membuat manusia modern seperti pabrik. Semua cabang kebudayaan yang terbentuk menjadi produksi yang bersifat massal.
Keberhasilan ilmu eksakta yang berdasarkan empirisme dalam mengembangkan teknologi ketika berhadapan dengan ”kegagalan ” ilmu-ilmu human dalam menjawab masalah manusia membawa dampak buruk terhadap kedudukan dan pengembangan ilmu-ilmu human. Analisis filsafat tentang kenyataan ini harus ditempatkan secara proporsional, karena merupakan suatu usaha ilmiah untuk membantu manusia mengungkap misteri kehidupannya secara utuh.

2. Teori Kebenaran Koherensi

Teori kebenaran koherensi disebut pula konsistensi adalah teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria koheren atau konsistensi. Suatu pernyataan disebut benar bila sesuai dengan jaringan komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara logis. Pernyataan-pernyataan ini mengikuti atau membawa kepada pernyataan yang lain. Seperti sebuah percepatan terdiri dari konsep-konsep yang saling berhubungan dari massa, gaya, dan kecepatan dalam fisika.
Contoh:
1. Semua manusia akan mati. Ali adalah seorang manusia. Ali pasti akan mati.
2. Seluruh Mahasiswa STAIS mengikuti perkuliahan Logika. Frendy adalah mahasiswa STAIS. Frendy harus mengikuti kegiatan perkuliahan Logika.
Jadi kebenarannya tidak hanya terbentuk oleh hubungan antara fakta atau realitas saja, tetapi juga hubungan antara pernyataan-pernyataan itu sendiri. Dengan kata lain, suatu pernyataan adalah benar apabila konsisten dengan pernyataan-pernyataan yang terlebih dahulu kita terima dan kita ketahui kebenarannya. Salah satu dasar teori ini adalah hubungan logis dari suatu proposisi dengan proposisi sebelumnya. Proposisi atau pernyataan adalah apa yang dinyatakan, diungkapkan dan dikemukakan atau menunjuk pada rumusan verbal berupa rangkaian kata-kata yang digunakan untuk mengemukakan apa yang hendak dikemukakan.
Proposisi menunjukkan pendirian atau pendapat tentang hubungan antara dua hal dan merupakan gabungan antara faktor kuantitas dan kualitas. Contohnya tentang hakikat manusia, baru dikatakan utuh jika dilihat hubungan antara kepribadian, sifat, karakter, pemahaman dan pengaruh lingkungan.
Pengetahuan rasional yang berdasarkan logika tidak hanya terbatas pada kepekaan indera tertentu dan tidak hanya tertuju pada objek-objek tertentu. Gagasan rasionalistis dan positivistis cenderung untuk menyisihkan seluruh pemahaman yang didapat secara refleksi. Adanya keterkaitan antara materi dengan non materi, dunia fisik dan non fisik ditolak secara logika. Apabila kerangka ini digunakan secara luas dan tak terbatas, maka manusia akan kehilangan cita rasa batiniahnya yang berfungsi pokok untuk menumbuhkan apa yang didambakan seluruh umat manusia yaitu kebahagiaan.

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sumber pengetahuan diperoleh dari segala sesuatu di dalam kehidupan manusia yang kemudian ditangkap oleh kelima indra manusia. Karena sifatnya ditangkap, maka pengetahuan yang diperoleh manusia itu harus diinterpretasikan dengan akal budinya. Setelah diinterpretasikan, baru pengetahuan yang ditangkap itu menjadi pengetahuan bagi manusia tersebut. Dengan demikan, secara sederhana, dapat dipahami bahwa ada dua jenis pengetahuan. Yang pertama adalah pengetahuan yang berasal dari segala sesuatu yang dijumpai manusia dalam kehidupannya (belum diinterpretasikan). Yang kedua adalah pengetahuan yang merupakan hasil interpretasi manusia melalui kemampuan-kemampuan yang dimiliki manusia yaitu kemampuan akal pikirannya.
Dan dari ulasan tadi dapat disimpulkan pula bahwa Teori Kebenaran’pun pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan teori kebenaran Korespondensi adalah sesuai dengan fakta dan empiris, dan kekurangannya adalah karena belum tentu bersifat konsisten. Sedangkan kelebihan teori Koherensi adalah karena ia bersifat rasional dan Positivistik sedangkan kekurangannya karena teori ini mengabaikan hal-hal non fisik.
Teori kebenaran yang menurut penulis paling sesuai pada masa kini adalah Teori Kebenaran Konsensus. Yaitu Suatu teori dinyatakan benar jika teori itu berdasarkan pada paradigma atau perspektif tertentu dan ada komunitas ilmuwan yang mengakui atau mendukung paradigma tersebut.
Dengan kekuatan paradigma dan masyarakat sains pendukungnya, diharapkan kebenaran konsensus dapat menjawab berbagai problema kehidupan manusia di masa depan. Krisis global berupa krisis lingkungan dan krisis kemanusiaan yang selama ini telah dialami oleh manusia karena Sains Modern, cepat atau lambat akan dijawab oleh konsensus baru dengan paradigma yang menghasilkan metode yang lebih tepat dalam mengantisipasi krisis global tersebut.
Kebenaran yang kuat adalah yang didasari oleh rasio, logika dan fakta empiris serta fungsional bagi umat manusia. Kebenaran yang didukung luas oleh masyarakat ilmiah, dan menjadi rujukan kebenaran tidak hanya dalam sains tetapi juga masalah budaya dan sosial lebih baik dan kuat lagi.
Dan teori kebenaran di atas adalah berbagai cara manusia memperoleh kebenaran yang sifatnya relatif atau nisbi. Kebenaran absolut atau kebenaran mutlak berasal dari Tuhan yang disampaikan kepada manusia melalui wahyu. Alam dan kehidupan merupakan sumber kebenaran yang tersirat dari Tuhan untuk dipelajari dan diobservasi guna kebaikan umat manusia.

karena DIA begitu mencintai kita

Sahabat, ingatkah sewaktu kecil kita memiliki cita-cita yang sangat tinggi. Cita-cita yang kita gantungkan begitu tingginya, entah kapan cita-cita itu bisa terwujud. Ketika ada yang bertanya, “Adik, apa cita-citamu sayang?” Biasanya kita akan menjawab mau menjadi dokter, polisi, guru, bahkan presiden.

Berbagai cara kerap kita lakukan untuk meraih cita-cita, belajar dengan tekun hingga lupa waktu dan mengikuti pelajaran tambahan di luar jam sekolah.

Waktu berjalan sesuai dengan aturan-Nya dan tanpa terasa kita sudah beranjak besar, bahkan berhasil melewati fase remaja. Sudah sekian lama hidup kita dihabiskan untuk mengejar cita-cita kita di dunia atau sibuk mengejar masalah dunia.

Sebagian dari kita akan merasa sangat bahagia ketika apa yang dikejar selama ini berhasil dicapai dan sebaliknya. Sebagian dari kita merasa sedih serta menyesal karena cita-citanya tidak tercapai.

Ketika beranjak memasuki perguruan tinggi, banyak yang masih berada di ambang kebingungan: “Kenapa ya saya kuliah di jurusan ini? Padahal dulu enggak ingin kuliah di sini?”

Sahabat, ingatkah bahwa apa yang kita raih tidak terlepas dari kehendakNya? Mungkin kita merasa bahwa kita sudah menghabiskan waktu banyak untuk mengejar cita-cita kita. Bukan hanya waktu tetapi juga menghabiskan banyak biaya untuk mengejarnya. Pada akhirnya tidak semua orang yang begitu gigih mengejar cita-cita bisa meraihnya. Satu kata di akhir perjuangan: “Saya lelah...”

Sahabat, ingatkah bahwa apa yang kita dapatkan adalah yang terbaik bagi kita? Mungkin apa yang kita dapatkan saat ini bukan keinginan kita, tetapi ketika kita mengimani-Nya sepenuhi hati maka kita akan mengetahui bahwa apa yang kita raih sesungguhnya adalah apa yang kita butuhkan.

Sahabat, ketika kita merasa lelah, ingatkah kita bahwa dahulu kala Rasulullah begitu gigihnya berjuang untuk kita? Tetapi mengapa lantaran tidak berhasil meraih apa yang kita cita-citakan, lalu merasa lelah? Padahal Dia akan memberikan hak kita setelah kita menjalankan semua kewajiban kita. Dia juga memberi 'hadiah' untuk kita sesuai dengan ikhtiar dan tawakkal kita.

Sahabat, cobalah untuk menerima keadaan kita. Ketika malas kuliah dan belajar, ingatlah di luar sana masih banyak sahabat-sahabat kita yang tidak berkesempatan menuntut ilmu yang tinggi seperti kita. Ketika merasa tidak cocok dengan jurusan yang kita jalani saat ini, ingatlah di luar sana banyak orang menunggu kelulusan kita karena kita bermanfaat untuk mereka.

Sahabat, sesungguhnya yang terpenting bukan kuliah di jurusan apa dan di universitas apa tetapi yang terpenting adalah: "Seberapa bermanfaatkah kita untuk orang lain?"

Sahabat, ketika engkau merasa Allah tidak adil atas nasibmu maka selamanya engkau akan terpuruk dengan pemikiranmu sendiri. Buka mata, hati, dan pikiranmu. ”Allah sesuai dengan apa yang dipersangkakan hamba-Nya...” Berkhusnuzhanlah kepada Dia, karena Dialah sang penulis skenario terhebat!

Bercita-citalah yang tinggi serta diiringi usaha dan doa juga niatkan semua itu untuk beribadah kepada Allah SWT. Kalau jawaban di dunia tidak seperti yang kau inginkan, mungkin Dia sedang menyiapkan balasan yang indah di syurga untuk kita.

Bahkan yang sering terdengar adalah: ”Kejarlah cita-cita akhiratmu, maka dunia akan mengikutimu...”

Untuk mencapai cita-cita tertinggi adalah niatkan semua yang kita lakukan untuk beribadah kepada-Nya dan jadilah individu yang bermanfaat. Insya Allah hati kita akan selalu dilapangkan menerima semua 'hadiah'-Nya.

Karena Dia begitu mencintai kita...

Belajar Ikhlas bersama AA Gym

ESQ Leadership Center kembali menyelenggarakan pengajian rutin bulanan bertajuk “Pengajian ESQ 165” di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (27/2). Pengajian kali ini mengundang da'i kondang Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal dengan Aa Gym sebagai narasumber.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung ini membawakan materi “Belajar Ikhlas”. Acara yang digagas oleh FKA ESQ (Forum Komunikasi Alumni ESQ) ini dihadiri sekitar 1.000 orang yang terdiri dari berbagai kalangan, baik alumni ESQ maupun masyarakat umum. Selain untuk menjalin dan menjaga tali silaturahim yang semakin erat dengan sesama alumni ESQ, pengajian ini juga diadakan untuk mengisi dahaga spiritual umat Islam yang haus akan ilmu.

Pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian menyempatkan waktunya hadir di sela-sela kesibukannya memandu training Eksekutif angkatan ke-98. Ary Ginanjar berpesan kepada jamaah untuk memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya, karena waktu yang akan dilalui tidak akan kembali lagi. Betapa ruginya kalau waktu tidak diisi dengan kegiatan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, seperti mengikuti pengajian ini.

Dalam tausiyahnya Aa Gym mengajak jamaah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara menjadikan segala amal perbuatan yang dilakukan harus disertai dengan keikhlasan yang tulus. Mengapa demikian? Karena Allah SWT hanya akan menerima amal seorang hamba jika amal itu disertai ikhlas karena Allah SWT.

“Ada rumusnya jika mau ikhlas. Pertama, jangan ingin diketahui oleh orang lain. Kedua, jangan ingin dilihat oleh orang lain. Ketiga, jangan ingin dipuji. Keempat, jangan ingin dihargai. Kelima, jangan ingin dibalas budi,” jelasnya.

Pria asli Bandung ini berpesan kepada jamaah, janganlah beramal hanya untuk dilihat, diketahui, dipuji, dihargai, bahkan mengharapkan balas budi dari orang lain. Lakukanlah yang terbaik untuk mendapatkan ridha Allah SWT, karena kalau tidak dengan niat ikhlas, maka apa yang dilakukan tidak akan mendapat pahala.

“Ingatlah selalu kepada yang menciptakan dan menghidupkan kita, yang terpenting adalah bagaimana amal kita diterima oleh Allah,” pesannya.

Acara yang berdurasi sekitar satu setengah jam ini membuat jamaah yang hadir mengerti akan makna sebuah keihklasan. Keikhlasan berarti memenuhi perintah Allah, tanpa mengharapkan balasan atau keuntungan dari orang lain. Seseorang yang ikhlas akan berpaling kepada Allah dengan hatinya dan hanya ingin mendapatkan ridha-Nya atas setiap perbuatan, langkah, dan do’anya.

Aa Gym menyitir ayat dalam Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 13, “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mendengar.”

Jumat, 25 Februari 2011

Dari kami Mahasiswa STAIS Majenang, untuk almarhum guru kami...


Tak ada yang bisa menduga datangnya takdir
Tak ada yang bisa menahan lajunya maut
Tak ada yang bisa menunda kedatangannya walau hanya sedetik.
Ia sebuah kepastian yang nyata
Ia sebuah kematian yang harus kita terima

Hari itu tanggal 12 Rabiul awal 1432 H, atau tepatnya malam 15 Februari 2011.....
Sebuah perjalanan hidup manusia terhenti
Ketika takdir berkata lain
Dan Malaikat maut menjemputnya untuk pulang
Duka menggores hati kami Mahasiswa STAIS Majenang
Menyisakan kenangan yg pernah terukir di hati kami
Seandainya waktu bisa diputar ulang
Kebersamaan ini masih teramat singkat
Belum banyak yang kami pahami
Belum banyak yang kami mengerti
Banyak yang ingin kami pertanyakan padamu
Tentang Allah dan Rasulnya
Tentang Istoqomah yang belum bisa kami jalani
Tentang hati yang masih belum ikhlas
Tentang jiwa yang masih haus akan cintaNYA
Dalam lunglai kami seakan bertanya
Bagaimana maut itu datang menjemputmu
Bagaimana dia memberi salam padamu
Bagaimana ia membawamu pergi
Pergi untuk selamanya
Pergi ketempat dimana Allah menunggunya

Kami tak lagi mampu untuk bertanya
Kami tak mampu lagi untuk memandang wajahmu yg tertutup hijab
hem,,, Kau pasti rindu denganNYA
Kau pasti menginginkan pertemuan denganNYA
DIA yg selalu kau puja setiap waktu
Dia yg selalu kau sebut ASMANYA di setiap tarikan nafasmu
DIA yg sangat kau cinta
Yang karena DIA kau mencintai kami

Dalam diam dan keharuan kami
Kami hanya mampu mengiringimu dengan doa dan keikhlasan
Doa yang akan selalu menemanimu di tidur panjangmu
Doa yang menjadikan kau tenang bersamanya
Doa yang lebih baik dari dunia dan isinya

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim
Wahai Dzat yang Maha Hidup
Dengarlah doa dan tangisan hati kami untuknya
Doa untuk guru,dosen serta sahabat bagi kami
Bapak Agus Suseno...

Ampunilah segala dosa dan kehilafannya
Ampunilah segala lupa dan alpanya
Lapangkan kuburnya. jadikan kuburnya raudhoh minriyadhil jannah
Jauhkan dia dari fitnah kubur
Cucurkan rahmat ke'alam kuburnya
Ringankan timbangannya
Dan tempatkan dia ditempat yang mulia
Bersama orang2 yang ENGKAU mulyakan...

Pak Dosen....
Maafkan segala kehilafan kami
Maafkan apa yang ada di hati dan lisan kami
Selamat jalan Guru kami....
Selamat jalan Dosen kami....
Selamat jalan juga sahabat bagi kami ....
Aku yakin kau akan bahagia bersama denganNYA
Dan aku yakin kelak kaupun akan berada di bawah benderanya ROSULLulloh yang kau cinta...
Amiiinn....

Sabtu, 05 Februari 2011

Proposal Kegiatan Muharoman STAIS Majenang

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN TSAURI
(STAIS)
MAJENANG – CILACAP
JAWA TENGAH
Jl. KH. Sufyan Tsauri PO. BOX. 18 Telp. (0280)623562
Cigaru Majenang 53257 Cilacap - Jawa Tengah


PROPOSAL KEGIATAN
MUHARRAM ON CAMPUS (MOC) 1432 H
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN TSAURI MAJENANG
TAHUN AKADEMIK 2010/2011

A. Pendahuluan

Memperingati tahun baru hijriyah yakni bulan muharram, merupakan salah satu momentum bersejarah bagi umat islam, karena hal tersebut dapat mengingatkan kita bahwa tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin. Menyadari hakikat tahun baru hijriyah, umat Islam sebagai umat terbaik dan sepatutnya menjadi suri tauladan yang baik kepada orang lain haruslah mempunyai cara dan sikap yang menjunjung tinggi ajaran wahyu dalam menyambut datangnya tahun baru hijriyah, agar dapat membedakan dengan cara dan adat kaum lain.
Jadi dalam memperingati Tahun Baru Islam (Wisdom Islamic New Year), kegiatan yang dilakukan bernilai syiar agama dan perlu didukung, dengan berzikir memuji kebesaran Allah dan tak henti mengucapkan shalawat atas Nabi Muhammad SAW, seperti yang akan kami laksanakan dalam kegiatan Muharram On Campus 1432 H.
Kemudian kegiatan yang direncanakan ini, tentunya tidak akan berjalan dengan baik tatkala tidak adanya dukungan baik moral maupun material dari pihak Perguruan Tinggi dan semua pihak yang terlibat didalam kegiatan ini.

B. Dasar Pemikiran

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru hijriyah, tepatnya kita akan memasuki bulan muharram. Yang berarti kita akan meninggalkan tahun lalu, dan memasuki tahun baru hijriah, yakni tahun baru 1432 hijriyah. Adalah tahun baru hijriyah, yang mana penyambutan tahun baru ini tidak selayaknya seperti orang-orang non muslim merayakan tahun baru miladiyahnya (masehi).
Sesuai dengan tema kegiatan kami kali ini 1 Muharram, is Time to Change... Tahun baru hijriyah ini kita sebagai muslim yang taat, selayaknya kita dapat mengintrospeksi diri dengan semua apa-apa yang telah kita perbuat, memilih semua bentuk amalan yang baik untuk tetap kita pertahankan dan kita tingkatkan porsi amalan yang baik untuk kita kerjakan. Dan meninggalkan semua perbuatan yang tidak bermanfaat, baik untuk diri kita maupun orang disekitar kita.
Senantiasa kita berusaha untuk menjadi hamba Allah SWT yang taat akan perintahnya, dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhi segala larangannya. Dan bukanlah Allah SWT telah berfirman bahwa manusia adalah hambanya yang memiliki tugas untuk beribadah. Kalaulah ditahun-tahun lalu kita masih sering melakukan berbagai kekurangan, maka marilah kita kejar kekurangan-kekurangan itu dengan semangat memperbaiki diri menuju kesempurnaan, baik itu dalam beribadah, bekerja, bermasyarakat, dan berkreasi.
Dan jika dimasa-masa lalu masih banyak berbagai kemaksiatan yang kita lakukan, maka marilah kita ganti kemaksiatan itu dengan semangat memprbanyak amalan-amalan saleh. Kapan lagi kita memperbaiki diri, kalau bukan dimulai dari sekarang? Dan pantaskah kita menundanya? Padahal kita tidak tahu kapan kehidpan didunia ini berakhir?. Dan juga ingatlah! bahwa Allah SWT tidak menjadikan kehidupan didunia ini abadi.
Jika demikian untuk apalagi kita berlama-lama dalam kubangan kemaksiatan, dan untuk apalagi kita menunggu hari esok untuk berbuat amalan soleh. Dan bukankah kita sudah tahu bahwa ajal manusia adalah rahasia Allah SWT semata. Firmannya dalam al-Qur’an menyatakan: Artinya :“ Tiap-tiap umat memiliki batasan waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak akan mengundurkannya barang sesaatpun, dan tidak dapat pula memajukannya?.
Dengan ayat ini kita dapat memahami bahwa umur kita akan terus berjalan seiring jarum jam berputar, dan kesempatan? tidak akan pernah mengiringi putaran jarum jam, dan yang pasti kesempatan itu? tidak akan pernah ada untuk kedua kalinya. Ini berarti umur kita bukannya semakin bertambah, tetapi sebaliknya dari tahun ketahun umur kita semakin berkurang.
Oleh sebab itu marilah kita isi hidup kita ini dengan memperbanyak amalan shaleh, belajar dengan giat, bekerja dengan ikhlas, dan beribadah dengan hanya mengharap ridho Allah SWT semata. Sekarang kita masih hidup, tetapi siapa tahu besok pagi kita akan mati. Sekarang kita masih dapat menikmati tahun baru hijriah, tetapi siapa tahu tahun depan kita akan mati. Selamat Tahun Baru Islam 1432 H untuk para sahabat. Dengan datangnya tahun baru ini, semoga semangat untuk membangun kemegahan akhirat lebih kuat dari semangat untuk membangun kemegahan dunia.
C. Nama Kegiatan

Kegiatan ini bernama Muharram On Campus (MOC) 1432 H.

D. Tema Kegiatan

Kegitan ini bertemakan “1 Muharram, is Time to Change ”

E. Tujuan Kegiatan

1. Memperingati tahun baru hijriyah 1 Muharram 1432 H.
2. Menguatkan ukhuwah islamiyah di lingkungan kampus dan sekitarnya.
3. Mengoptimalkan peran BEM dalam pengabdiannya kapada kampus.
4. Meningkatkan kualitas ketaqwaan manusia beriman terhadap Sang Pencipta.

F. Target Kegiatan

1. Terlaksananya serangkaian kegiatan Muharram On Campus 1432 H BEM STAIS Majenang dengan sukses dan lancar serta di Ridhoi Allah SWT.
2. Tergugahnya semangat pada diri mahasiswa dan para santri agar menaikkan derajat dimata Allah SWT untuk mencapai tingkat kesempurnaan.
3. Terbentuknya mahasiswa dan santri yang beriman, bertaqwa, tangguh, dan bersahaja.
G. Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan Muharram On Campus 1432 H BEM STAIS Majenang Insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari/ Tanggal : Senin, 06 Desember 2010
Tempat : Aula STAIS Majenang
Manual acara terlampir.

Pelaksanaan kegiatan :
1. Bentuk : Diskusi
Hari/ Tanggal : Senin, 06 Desember 2010
Waktu : 20.00 – 22.00 WIB
Tema : “ 1 Muharram”
Peserta : Mahasiswa STAIS Majenang dan Tamu Undangan
Pembicara : 1) Bp. Agus Suseno M,si
2) Ustadz Haris Hamam

2. Bentuk : Motivasi
Hari/ Tanggal : Senin, 06 Desember 2010
Waktu : Pukul 22.00 – 23.30 WIB
Tema : “ Muharram, “Time to Change” tunggu apa lagi...?”
Tempat : Aula Gedung STAIS Majenang
Peserta : Mahasiswa STAIS Majenang dan Tamu Undangan
Tujuan : - Merefleksikan tahun baru hijriyah 1432 H.
- Meningkatkan iman dan taqwa di kalangan mahasiswa.
- Mempererat ukhuwah islamiyah sesama muslim.
Pembicara : Bp. KH. Hisbulloh Huda SH.




H. Peserta dan Sasaran Kegiatan

Peserta dan sasaran kegiatan ini, adalah:
1. Mahasiswa STAIS Majenang.
2. Santriwan dan Santriwati PP.Miftahul Huda Cigaru – Majenang.
3. Seluruh Tamu Undangan

I. Pelaksana Kegiatan

Panitia dalam hal ini adalah Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (sebagai penyelenggara) dengan membentuk panitia OC (Organizing Commite/ panitia pelaksana) dengan jumlah orang personil. susunan panitia terlampir.

J. Anggaran Dana

Kegiatan ini direncanakan akan membutuhkan dana sebesar Rp3.000.000,00 (Tiga juta seratus lima puluh ribu rupiah ), dengan estimasi dana terlampir.

K. Penutup

Demikian proposal kegiatan Muharram On Campus kami buat, sebagai landasan kerja sekaligus sebagai pijakan berfikir kami dalam melaksanakan kegiatan ini. Selanjutnya suksesnya kegiatan ini tidak terlepas dari adanya dukungan dari semua pihak serta profesionalisme pelaksana. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap langkah kita, dan dapat memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi ummat dan pembangunan bangsa. Amin.

Majenang, 2 Desember 2010




Panitia Pelaksana


Ketua Sekretaris


Amri Yahya Frendi Fernando NIM.

Mengetahui


PUKET III STAIS Majenang Presiden BEM STAIS


Saekhoni, S.Ag. Ari Teguh Setiono
NIK.Y. 190 009 NIM. 083150003

Rabu, 12 Januari 2011

Andai Al Quran bisa bicara,Niscaya inilah keluh kasihnya kepada kita...

Waktu engkau masih kanak-kanak, engkau laksana kawan sejatiku..
Dengan wudhlu, kau sentuh aku dalam keadaan suci…
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari…
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun menciumku mesra, mesra sekali…

Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau tidak berminat lagi kepadaku..?
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah..?
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuan?
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapih sekali,
hinga kadang engkau lupa dimana menyimpannya..
Aku sudah engkau anggap sebagai perhiasan rumahmu saja,
Kadang kala aku dijadikan maskawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syaitan

Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, didalam laci, aku engkau padamkan…

Dulu ..pagi pagi..di rumah-rumah engkau bacakan beberapa halamanku…
Sore harinya, aku kau baca beramai-ramai bersama teman-temanmu di surau….
Sekarang pagi-pagi sambil minum kopi…
Engkau bacakan koran pagi atau nonton berita tv..

Waktu senggang kau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah maha perkasa
Engkau campakkan, engkau lupakan…

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembukaan surat-suratku (basmalah)
Di perjalanan engkau lebih asik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset berisi ayat Allah yang terdapat dalam laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu tertuju ke stasiun favoritmu
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja...
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu…
Benarkah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku…?

Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan tv
Menonton pertandingan liga inggris, italia, musik, film atau sinetron laga

Waktupun cepat berlalu….aku semakin kusam dalam lemari
Mengepul debu, dilapisi abu, dan mungkin dimakan kutu…
Seingatku hanya awal bulan ramadhan engku membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku…
Dengan suara dan lafadl yang tidak semerdu dulu…
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi membaca..

Apakah koran, tv, radio, komputer dapat memberimu pertolongan
bila engkau dikubur sendirian menunggu kiamat tiba..??
Engkaupun kan diperiksa oleh malaikat suruhannya…
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya

Setiap saat berlalu ….kuranglah jatah umurmu..
Dan akhirnya kubur senantiasa menunggumu
Engkau bisa kembali pada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu
Bila aku kau baca selalu dan kau hayati
Dikuburmu nanti….aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang membantumu..

Dalam perjalan di akhirat nanti akulah Qur’an kitab suci yang senantiasa menemani dan melindungimu
Peganglah aku lagi…bacalah aku kembali setiap hari..
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci…
Yang berasal dari Allah Tuhan yang maha mengetahui
Yang disampaikan Jibril kepada Nabi..
Sentuhlah aku kembali…

Bacalah…dan pelajari aku kembali lagi
Setiap datangnya pagi dan sore
Seperti dulu….dulu sekali…
Jangan aku engkau biarkan sendiri dalam bisu dan sepi
Maha Benar Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

Allah telah berfirman:
Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan". (QS. Al Furqan : 30)