Welcome to FRENDI FERNANDO (Majenang)Website ... monggo dinikmati...

Minggu, 04 Mei 2014

Biografi Nabi Ibrahim AS

Pada 2.295 SM. Kerajaan Babilon waktu itu diperintah oleh seorang raja yang bengis dan mempunyai kekuasaan yang absolut dan zalim, ia bernama Namrudz bin Kan'aan. Karena raja itu mendapat petanda bahwa akan ada seorang bayi yang lahir disana dan bayi ini akan tumbuh kemudian menentangnya. Antara sifat insan yang akan menentangnya ini ialah dia akan membawa agama yang mempercayai satu tuhan dan akan menjadi pemusnah batu berhala. Insan ini juga akan menjadi penyebab Namrudz mati dengan cara yang dahsyat. Oleh itu Namrudz telah memerintahkan prajuritnya untuk membunuh semua bayi yang dilahirkan di tempat ini, manakala golongan lelaki dan wanita pula telah dipisahkan selama setahun.

Walaupun berada dalam keadaan cemas, kehendak Allah tetap terjadi. Isteri Aazar telah mengandung namun tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Pada suatu hari dia terasa seperti telah tiba waktunya untuk melahirkan anak dan sedar sekiranya diketahui Namrudz yang zalim pasti dia serta anaknya akan dibunuh. Dalam ketakutan, ibu Ibrahim telah bersembunyi dan melahirkan anaknya di dalam sebuah gua yang bersebelahan. Selepas itu, dia memasukkan batu-batu kecil dalam mulut bayinya itu dan meninggalkannya seorang diri. Seminggu kemudian, dia bersama suaminya kembali ke gua tersebut dan terkejut melihat Ibrahim masih hidup. Selama seminggu, bayi itu menghisap celah jarinya yang mengandungi susu dan makanan lain yang berkhasiat. Semasa berusia 15 bulan tubuh Ibrahim telah membesar dengan cepatnya seperti kanak-kanak berusia dua tahun. Maka kedua ibu bapaknya berani membawanya pulang kerumah mereka.

Masa remaja

Semasa remajanya Ibrahim sering diperintah ayahnya keliling kota menjajakan patung-patung buatannya, namun karena iman dan tauhid yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya ia tidak bersemangat untuk menjajakan barang-barang itu bahkan secara mengejek ia menawarkan patung-patung ayahnya kepada calon pembeli dengan kata-kata: "Siapakah yang akan membeli patung-patung yang tidak berguna ini?"

Mencari Tuhan yang sebenarnya

Pada masa Ibrahim, kebanyakan rakyat di Mesopotamia beragama politeisme yaitu menyembah lebih dari satu Tuhan dan menganut paganisme. Dewa Bulan atau Sin merupakan salah satu berhala yang paling penting. Bintang, bulan dan matahari menjadi objek utama penyembahan dan karenanya, astronomi merupakan bidang yang sangat penting. Sewaktu kecil Ibrahim sering melihat ayahnya membuat patung-patung tersebut, lalu dia berusaha mencari kebenaran agama yang dianuti oleh keluarganya itu.
Dalam alkitab (kitab kejadian) menceritakan tentang pencariannya dengan kebenaran. Pada waktu malam yang gelap, beliau melihat sebuah bintang (bersinar-sinar), lalu ia berkata: "Inikah Tuhanku?" Kemudian apabila bintang itu terbenam, ia berkata pula: "Aku tidak suka kepada yang terbenam hilang". Kemudian apabila dilihatnya bulan terbit (menyinarkan cahayanya), dia berkata: "Inikah Tuhanku?" Maka setelah bulan itu terbenam, berkatalah dia:  
"Demi sesungguhnya, jika aku tidak diberikan petunjuk oleh Tuhanku, nescaya menjadilah aku dari kaum yang sesat". 
Kemudian apabila dia melihat matahari sedang terbit (menyinarkan cahayanya), berkatalah dia:  
"Inikah Tuhanku? Ini lebih besar". 
Setelah matahari terbenam, dia berkata pula:  
"Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri (bersih) dari apa yang kamu sekutukan (Allah dengannya)". 
 Inilah daya logika yang dianugerahi kepada beliau dalam menolak agama penyembahan langit yang dipercayai kaumnya serta menerima tuhan yang sebenarnya.

Berdakwah kepada ayahnya

Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir dengan sanad shahih dari Jarikh pada firman Allah: "Ketika Ibrahim berkata pada ayahnya azar,
“
...dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaum-mu dalam kesesatan yang nyata." (Al An'aam 6:74)
”
Diantara mufassirin berpendapat bahwa azar bukan ayahnya namun pamannya. Al-Qur'an hanya menjelaskan bahwa Ibrahim adalah putra Aazar, ayah Ibrahim sama sebagaimana kaumnya yang lain, bertuhan dan menyembah berhala, ia adalah pembuat dan pedagang patung-patung yang dibuat dan dipahatnya sendiri dan dariya orang membeli patung-patung yang dijadikan persembahan. Nabi Ibrahim merasa bahwa kewajiban pertama yang harus ia lakukan sebelum berdakwah kepada orang lain ialah menyadarkan ayah kandungnya dulu orang yang terdekat kepadanya bahwa kepercayaan dan persembahannya kepada berhala-berhala itu adalah perbuatan yang sesat dan bodoh. Ia merasakan bahwa kebaktian kepada ayahnya mewajibkannya memberi penerangan kepadanya agar melepaskan kepercayaan yang sesat itu dan mengikutinya beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa.
Dengan sikap yang sopan dan adab yang patut ditunjukkan oleh seorang anak terhadap orang tuanya dan dengan kata-kata yang halus ia datang kepada ayahnya menyampaikan bahwa ia diutuskan oleh Allah sebagai nabi dan rasul dan bahwa ia telah diilhamkan dengan pengetahuan dan ilmu yang tidak dimiliki oleh ayahnya. Ia bertanya kepada ayahnya dengan lemah lembut gerangan apakah yang mendorongnya untuk menyembah berhala seperti lain-lain kaumnya padahal ia mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak berguna sedikit pun tidak dapat mendatangkan keuntungan bagi penyembahnya atau mencegah kerugian atau musibah. Diterangkan pula kepada ayahnya bahwa penyembahan kepada berhala-berhala itu adalah semata-mata ajaran setan yang memang menjadi musuh kepada manusia sejak Adam diturunkan ke bumi. Ia berseru kepada ayahnya agar merenungkan dan memikirkan nasihat dan ajakannya berpaling dari berhala-berhala dan kembali menyembah kepada Allah yang menciptakan manusia dan semua makhluk yang dihidupkan memberi mereka rezeki dan kenikmatan hidup serta menguasakan bumi dengan segala isinya kepada manusia.

Aazar menjadi merah mukanya dan melotot matanya mendengar kata-kata seruan puteranya Ibrahim yyang ditanggapinya sebagai dosa dan hal yang kurang patut bahwa puteranya telah berani mengecam dan menghina kepercayaan ayahnya bahkan mengajakkannya untuk meninggalkan kepercayaan itu dan menganut kepercayaan dan agama yang ia bawa. Ia tidak menyembunyikan murka dan marahnya tetapi dinyatakannya dalam kata-kata yang kasar dan dalam makian namun seakan-akan tidak ada hubungan di antara mereka. Ia berkata kepada Nabi Ibrahim dengan nada gusar:  
"Hai Ibrahim! Berpalingkah engkau dari kepercayaan dan persembahanku? Dan kepercayaan apakah yang engkau berikan kepadaku yang menganjurkan agar aku mengikutinya? Janganlah engkau membangkitkan amarahku dan coba mendurhakaiku. Jika engkau tidak menghentikan penyelewenganmu dari agama ayahmu tidak engkau hentikan usahamu mengecam dan memburuk-burukkan persembahanku, maka keluarlah engkau dari rumahku ini. Aku tidak sudi tinggal bersama denganmu di dalam suatu rumah di bawah suatu atap. Pergilah engkau dari mukaku sebelum aku menimpamu dengan batu dan mencelakakan engkau."
Ibrahim menerima kemarahan ayahnya, pengusirannya dan kata-kata kasarnya dengan sikap tenang, normal selaku anak terhadap ayah seraya berkata:  
"Wahai ayahku! Semoga engkau selamat, aku akan tetap memohonkan ampun bagimu dari Allah dan akan tinggalkan kamu dengan persembahan selain kepada Allah. Mudah-mudahan aku tidak menjadi orang yang celaka dan malang dengan doaku untukmu." Lalu keluarlah Ibrahim meninggalkan rumah ayahnya dalam keadaan sedih karena gagal mengangkatkan ayahnya dari lembah syirik dan kafir.

Menghancurkan Berhala-berhala

Kegagalan Ibrahim dalam usahanya menyadarkan ayahnya yang tersesat itu sangat menusuk hatinya kerana ia sebagai putera yang baik ingin sekali melihat ayahnya berada dalam jalan yang benar terangkat dari lembah kesesatan dan syirik namun ia sadar bahwa hidayah itu adalah di tangan Allah dan bagaimana pun ia ingin dengan sepenuh hatinya agar ayahnya mendapat hidayah, bila belum dikehendaki oleh Allah maka sia-sialah keinginan dan usahanya. Penolakan ayahnya terhadap dakwahnya dengan cara yang kasar dan kejam itu tidak sedikit pun memengaruhi ketetapan hatinya dan melemahkan semangatnya untuk berjalan terus memberi penerangan kepada kaumnya untuk menyapu bersih persembahan-persembahan yang bathil dan kepercayaan-kepercayaan yang bertentangan dengan tauhid dan iman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Ibrahim tidak henti-henti dalam setiap kesempatan mengajak kaumnya berdialog dan bermujadalah tentang kepercayaan yang mereka anut dan ajaran yang ia bawa, dan ternyata bahwa apabila mereka sudah tidak berdaya menolak dan menyanggah alasan-alasan dan dalil-dalil yang dikemukakan oleh Ibrahim tentang kebenaran ajarannya dan kebathilan kepercayaan mereka maka dalil dan alasan yang usanglah yang mereka kemukakan yaitu bahwa mereka hanya meneruskan apa yang bapak-bapak dan nenek moyang mereka lakukan sejak turun-temurun dan sesekali mereka tidak akan melepaskan kepercayaan dan agama yang telah mereka warisi.

Ibrahim pada akhirnya merasa tidak bermanfaat lagi untuk berdebat dan bermujadalah dengan kaumnya yang keras kepala dan yang tidak mahu menerima keterangan dan bukti-bukti nyata yang dikemukakan oleh beliau dan selalu berpegang pada satu-satunya alasan bahawa mereka tidak akan menyimpang daripada cara persembahan nenek moyang mereka, walaupun telah Ibrahim menasihati mereka berkali-kali bahawa mereka dan bapak-bapak mereka keliru dan tersesat mengikuti jejak syaitan. Ibrahim kemudian merancang akan membuktikan kepada kaumnya dengan perbuatan yang nyata yang dapat mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa berhala-berhala dan patung-patung mereka betul-betul tidak berguna bagi mereka dan bahkan tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri.

Adalah sudah menjadi tradisi dan kebiasaan penduduk kerajaan Babilonia bahwa setiap tahun mereka keluar kota beramai-ramai pada suatu hari raya yang mereka anggap sebagai keramat. Berhari-hari mereka tinggal diluar kota di suatu padang terbuka, berkemah dengan membawa perbekalan makanan dan minuman yang cukup. Mereka bersuka ria dan bersenang-senang sambil meninggalkan kota-kota mereka kosong dan sunyi. Mereka berseru dan mengajak semua penduduk agar keluar meninggalkan rumah dan turut beramai -ramai menghormati hari-hari suci itu. Ibrahim yang juga turut diajak untuk turut serta berlagak berpura-pura sakit dan diizinkanlah ia tinggal di rumah apalagi mereka merasa khawatir bahwa penyakit Ibrahim yang dibuat-buat itu akan menular dan menjalar di kalangan mereka bila ia turut serta.

"Inilah dia kesempatan yang ku nantikan." kata hati Ibrahim tatkala melihat kota sudah kosong dari penduduknya, sunyi senyap tidak terdengar kecuali suara burung-burung yang berkicau, suara daun-daun pohon yang gemerisik ditiup angin kencang. Dengan membawa sebuah kapak ditangannya ia pergi menuju tempat beribadatan kaumnya yang sudah ditinggalkan tanpa penjaga, tanpa juru kunci dan hanya deretan patung-patung yang terlihat diserambi tempat peribadatan itu. Sambil menunjuk kepada sesaji bunga-bunga dan makanan yang berada di setiap kaki patung berkata Ibrahim, mengejek: 
"Mengapa kamu tidak makan makanan yang lezat yang disajikan bagi kamu ini? Jawablah aku dan berkata-katalah kamu." 
 Kemudian disepak, ditamparlah patung-patung itu dan dihancurkannya berpotong-potong dengan kapak yang berada di tangannya. Patung yang besar ditinggalkannya utuh, tidak diganggu yang pada lehernya dikalungkanlah kapak Ibrahim itu.

Terperanjat dan terkejutlah para penduduk, tatkala pulang dari berpesta ria di luar kota dan melihat keadaan patung-patung, tuhan-tuhan mereka hancur berantakan dan menjadi potongan-potongan terserak-serak di atas lantai. Bertanyalah satu kepada yang lain dengan nada heran dan takjub:  
"Gerangan siapakah yang telah berani melakukan perbuatan yang jahat dan keji ini terhadap tuhan-tuhan persembahan mereka ini?"
  Berkata salah seorang di antara mereka: 
"Ada kemungkinan bahwa orang yang selalu mengolok-olok dan mengejek persembahan kami yang bernama Ibrahim itulah yang melakukan perbuatan yang berani ini." Seorang yang lain menambah keterangan dengan berkata:"Bahkan dialah yang pasti berbuat, karena ia adalah satu-satunya orang yang tinggal di kota sewaktu kami semua berada di luar merayakan hari suci dan keramat itu." 
 Selidik punya selidik, akhirnya terdapat kepastian yang tidak diragukan lagi bahwa Ibrahimlah yang merusakkan dan memusnahkan patung-patung itu. Rakyat kota beramai-ramai membicarakan kejadian yang dianggap suatu kejadian atau penghinaan yang tidak dapat diampuni terhadap kepercayaan dan persembahan mereka. Suara marah, jengkel dan kutukan terdengar dari segala penjuru, yang menuntut agar si pelaku diminta bertanggungjawab dalam suatu pengadilan terbuka, dimana seluruh rakyat penduduk kota dapat turut serta menyaksikannya.

Memang itulah yang diharapkan oleh Ibrahim agar pengadilannya dilakukan secara terbuka di mana semua warga masyarakat dapat turut menyaksikannya. Karena dengan cara demikian beliau dapat secara terselubung berdakwah menyerang kepercayaan mereka yang bathil dan sesat itu, seraya menerangkan kebenaran agama dan kepercayaan yang ia bawa, kalau di antara yang hadir ada yang masih boleh diharapkan terbuka hatinya bagi iman dari tauhid yang ia ajarkan dan dakwahkan. Hari pengadilan ditentukan dan datang rakyat dari segala pelosok berduyung-duyung mengujungi padang terbuka yang disediakan bagi sidang pengadilan itu.

Ketika Ibrahim datang menghadap Namrudz yang akan mengadili ia disambut oleh para hadirin dengan teriakan kutukan dan cercaan, menandakan sangat gusarnya para penyembah berhala terhadap beliau yang telah berani menghancurkan persembahan mereka. Ditanyalah Ibrahim oleh Namrud: 
"Apakah engkau yang melakukan penghancuran dan merusakkan tuhan-tuhan kami?" Dengan tenang dan sikap dingin, Ibrahim menjawab:"Patung besar yang berkalungkan kapak di lehernya itulah yang melakukannya. Coba tanya saja kepada patung-patung itu siapakah yang menghancurkannya." 
Namrudz pun terdiam sejenak. Kemudian beliau berkata:" Engkaukan tahu bahwa patung-patung itu tidak dapat berbicara dan berkata mengapa engkau minta kami bertanya kepadanya?" 
Tibalah masanya yang memang dinantikan oleh Ibrahim, maka sebagai jawaban atas pertanyaan yang terakhir itu beliau berpidato membentangkan kebathilan persembahan mereka, yang mereka pertahankan mati-matian, semata-mata hanya karena adat itu adalah warisan nenek-moyang. Berkata Ibrahim kepada Namrud itu: 
"Jika demikian halnya, mengapa kamu sembah patung-patung itu, yang tidak dapat berkata, tidak dapat melihat dan tidak dapat mendengar, tidak dapat membawa manfaat atau menolak mudharat, bahkan tidak dapat menolong dirinya dari kehancuran dan kebinasaan? Alangkah bodohnya kamu dengan kepercayaan dan persembahan kamu itu! Tidakkah dapat kamu berfikir dengan akal yang sehat bahwa persembahan kamu adalah perbuatan yang keliru yang hanya difahami oleh syaitan. Mengapa kamu tidak menyembah Tuhan yang menciptakan kamu, menciptakan alam sekeliling kamu dan menguasakan kamu di atas bumi dengan segala isi dan kekayaan. Alangkah hina dinanya kamu dengan persembahan kamu itu."

Setelah selesai Ibrahim menguraikan pidatonya itu, Namrudz mencetuskan keputusan bahwa Ibrahim harus dibakar hidup-hidup sebagai ganjaran atas perbuatannya menghina dan menghancurkan tuhan-tuhan mereka, maka berserulah para hakim kepada rakyat yang hadir menyaksikan pengadilan itu:"Bakarlah ia dan belalah tuhan-tuhanmu, jika kamu benar-benar setia kepadanya."

Dibakar Hidup-hidup

Keputusan mahkamah telah dijatuhkan. Ibrahim harus dihukum dengan membakar hidup-hidup dalam api yang besar sebesar dosa yang telah dilakukan. Persiapan bagi upacara pembakaran yang akan disaksikan oleh seluruh rakyat sedang dipersiapkan. Tanah lapang bagi tempat pembakaran disediakan dan diadakan pengumpulan kayu bakar dengan banyaknya dimana tiap penduduk secara gotong-royong harus mengambil bagian membawa kayu bakar sebanyak yang ia dapat sebagai tanda bakti kepada tuhan-tuhan persembahan mereka yang telah dihancurkan oleh Ibrahim.

Berduyun-duyunlah para penduduk dari segala penjuru kota membawa kayu bakar sebagai sumbangan dan tanda bakti kepada tuhan mereka. Di antara terdapat para wanita yang hamil dan orang yang sakit yang membawa sumbangan kayu bakarnya dengan harapan memperoleh berkaharakah dari tuhan-tuhan mereka dengan menyembuhkan penyakit mereka atau melindungi yang hamil di kala ia bersalin. Setelah terkumpul kayu bakar di lapangan yang disediakan untuk upacara pembakaran dan tertumpuk serta tersusun laksana sebuah bukit, berduyun-duyunlah orang datang untuk menyaksikan pelaksanaan hukuman atas diri Ibrahim. Kayu lalu dibakar dan terbentuklah gunung berapi yang dahsyat yang sedang berterbangan di atasnya berjatuhan terbakar oleh panas yang ditimbulkan oleh api yang menggunung itu. Kemudian dalam keadaan terbelenggu, Ibrahim diangkat ke atas sebuah bangunan yang tinggi lalu dilemparkan ia kedalam tumpukan kayu yang menyala-nyala.

Sejak keputusan hukuman dijatuhkan sampai saat ia dilemparkan ke dalam bukit api yang menyala-nyala itu, Ibrahim tetap menunjukkan sikap tenang dan tawakkal karena iman dan keyakinannya bahwa Allah tidak akan rela melepaskan hamba pesuruhnya menjadi makanan api dan korban keganasan orang-orang kafir musuh Allah, dan memang demikianlah apa yang terjadi tatkala ia berada dalam perut bukit api yang dahsyat itu ia merasa dingin sesuai dengan seruan Allah Pelindungnya dan hanya tali temali dan rantai yang mengikat tangan dan kakinya yang terbakar hangus, sedang tubuh dan pakaian yang terlekat pada tubuhnya tetap utuh, tidak sedikit pun tersentuh oleh api, hal mana merupakan suatu mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada hamba pilihannya, Ibrahim, agar dapat melanjutkan penyampaian risalah yang ditugaskan kepadanya kepada hamba-hamba Allah yang tersesat itu.

Orang ramai tercengang dengan keajaiban ini dan mula mempersoalkan kepercayaan kepada Namrudz. Malah anak perempuan Namrud sendiri yaitu Puteri raja mulai mempercayai agama yang dibawa oleh beliau. Lalu Puteri itupun mengaku di hadapan khalayak ramai bahwa Tuhan Ibrahim adalah Tuhan yang sebenarnya. Ini telah menaikkan kemarahan beliau yang mengarahkan tenteranya untuk membunuh puterinya itu. Puteri itupun menuju ke arah api yang besar itu lalu berkata "Tuhan Ibrahim selamatkanlah aku". Puteri raja pun turut terselamat dari terbakar dan dalam api yang membara itu kerena dia mengucap kalimah syahadah. Tindakan durhaka puterinya menjadikan hati Raja Namrud semakin membara. Dalam keadaan sehat tanpa suatu apapun, puteri raja keluar dari api tersebut, beliau serta tenteranya telah mengejarnya kedalam hutan. Ini memberi peluang kepada Ibrahim serta adik tirinya Sarah, bapaknya Aazar serta anak saudaranya Nabi Luth untuk melarikan diri. Namrudz dan tenteranya puas mencari puteri raja tetapi puteri itu telah hilang. Selepas sekian lama, merekapun pulang dan mendapati bahawa Ibrahim turut terlepas. Setelah peristiwa ini, Namrudz kian gelisah kerana rakyatnya mula hilang kepercayaan dengan kekuasaannya. Oleh itu, beliau berjanji pula untuk membunuh Tuhan Ibrahim.

Mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada Ibrahim sebagai bukti nyata akan kebenaran dakwahnya, telah menimbulkan kegoncangan dalam kepercayaan sebahagian penduduk terhadap persembahan dan patung-patung mereka dan membuka mata hati banyak daripada mereka untuk memikirkan kembali ajakan Ibrahim dan dakwahnya, bahkan tidak kurang daripada mereka yang ingin menyatakan imannya kepada Nabi Ibrahim, namun khawatir akan mendapat kesukaran dalam penghidupannya akibat kemarahan dan balas dendam para pemuka dan para pembesarnya yang mungkin akan menjadi hilang akal bila merasakan bahwa pengaruhnya telah beralih ke pihak Ibrahim.
Sumber : Wikipedia

Minggu, 27 April 2014

Puasa Ramadhan Sebulan itu Mudah, tapi Puasa Internet sehari itu bikin Gelisah

Kali ini saya akan coba bercerita beberapa pengalaman saya mengenai internet.
Dari sekitar tahun 2008 saya baru mengenal istilah Internet (sewaktu masih tinggal di Jakarta). Youtube adalah salah satu situs yang saya buka tiap hari saat itu dengan memanfaatkan Warnet (warung Internet) yang hanya dengan 2500 perak, saya bisa melihat film-film atau tayangan video disitus tersebut.
Hingga akhirnya berkembanglah internet ke arah puncak kemajuannya yakni dengan munculnya berbagai macam situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Whats'app dan lainnya. Dan tentunya hal paling manfaat dari internet adalah adanya raksasa mesin pencarian yang sering disebut "mbah" Google.
Ya, dengan google kita bisa dapatkan segala macam informasi yang diinginkan.
Jadi perkembangan ilmu dan teknologi yang sedang berlangsung didunia pun bisa kita baca informasinya melalui internet.
Nah dari situ saya mulai kecanduan yang namanya internet.
Saya kebetulan penggemar bulutangkis, singkat cerita waktu berlangsungnya sebuah kejuaraan dunia bulutangkis tahun 2013 lalu. Saya yang sekarang tinggal di Kota Majenang, Cilacap, begitu antusias untuk mengetahui perkembangan atlit bulutangkis indonesia terutama pasangan Ganda Campuran Tantowi Ahmad/Lilynana Natsir dan pasangan Ganda Putra Indonesia Muhammad Ahsan / Hendra setiawan. Saat itu mereka sedang bertanding di Babak Final. Sial rasanya ketika pertandingan sehebat itu tidak ditayangkan di TV Nasional manapun. Hingga akhirnya saya merasa sangat galau. Karena jika saya melihat di streaming Online Warnet mungkin akan sangat menghabiskan biaya.
Disela-sela kegalauan saya, alhamdulillaah akhirnya saya punya ide untuk mengisi paket Internet saya dengan beberapa ribu saja agar mendapat beberapa kuota sehingga cukup saya merasakan moment kejuaraan tersebut dari Timeline Twitt'nya Bulutangkis Indonesia.
Dan benarlah, hanya dengan dengan melihat time line tersebut saya bisa sangat merasakan ketegangan pertandingan bulutangkis tersebut yang akhirnya dimenangkan oleh Tim Ganda Campuran dan Ganda Putra Indonesia.
Saya sangat puas, bangga dan deg-degan, bahkan saking emosionalnya sampe-sampe saya tertawa bangga sambil mantengin HP saya yang membuat tetangga saya heran.
Dari itu saya berfikir betapa manfaatnya Internet di satu hari itu, jadi semenjak itu saya mencari Paketan Internet yang murah untuk 1 bulan. Dan saya telah mendapatkannya pada Provider Telkomsel (Simpati Loop).
Jadi hampir setiap hari saya bisa membaca perkembangan dunia olahraga terutama bulutangkis dengan Internet murah tersebut. Terima Kasih Telkomsel.
Ayo kawan-kawan, mulai sekarang gali informasi sebanyak mungkin lewat internet.
Jangan lupa kunjungi ; http://telkomsel.com/genggam-internet

Jumat, 17 Januari 2014

Cara SUKSES !!!

Selamat pagi!

Suka atau tidak suka, waktu pagi adalah waktu yang sangat penting untuk gaya hidup sehat dan sukses. Apabila Anda merasa bahwa malam adalah waktu terbaik untuk bekerja, pikir sekali lagi.
Menurut inc.magazine, orang-orang yang bangun pagi lebih proaktif, produktif, dan tentu saja lebih sehat. Bagaimana bisa?
Bayangkan saja, apabila Anda bangun agak siang, Anda akan cenderung terburu-buru menyiapkan segalanya sebelum bekerja. Sementara saat bangun pagi, seseorang akan memiliki waktu ekstra untuk merencanakan kegiatan, sarapan, olahraga, bahkan membaca.

Berikut 5 kebiasaan sukses yang dapat Anda lakukan setiap hari sebelum jam 8 pagi:

1. Petakan Kegiatan Anda

Dalam suasana pagi yang bebas gangguan, optimalkan hari Anda dengan membuat target dan daftar tugas untuk hari itu. Tulis apa saja yang akan Anda lakukan beserta estimasi waktu pengerjaannya. Jangan lupa untuk menjadwalkan 10 menit istirahat setelah meeting panjang. Dengan membuat daftar kegiatan, Anda tidak akan melewatkan agenda penting apa saja yang perlu Anda laksanakan hari itu.

2. Sarapan

Beri asupan energi pada tubuh Anda agar dapat menyelesaikan tugas-tugas yang telah Anda rencanakan. Sarapan yang sehat membuat Anda lebih berkonsentrasi dibanding jika Anda bekerja dengan perut kosong. Meskipun Anda hanya punya waktu 5 menit, sediakan waktu untuk menikmati semangkuk sereal atau sepotong buah.

3. Olahraga

Sangat penting berolahraga di pagi hari karena dapat meningkatkan energi. Apapun pilihan olahraga Anda, lakukan sebelum Anda bekerja. Olahraga saat pagi membantu tubuh dan pikiran Anda ‘bangun’ sehingga siap melakukan aktivitas apapun.

4. Visualisasikan Hari Anda

Setelah tubuh Anda terasa segar dan siap bekerja, mulailah dengan memvisualisasikan kegiatan Anda hari itu. Apa saja yang akan Anda kerjakan dari pagi hingga sore, bagaimana Anda mengerjakannya, pencapaian apa yang akan Anda raih hari itu, dan bagaimana Anda menyelesaikan berbagai masalah yang mungkin akan terjadi. Visualisasi ini nantinya akan membantu Anda menjalani kegiatan Anda sehari penuh.

5. Kerjakan Tugas yang Paling Berat

Di awal hari, kerjakanlah tugas yang paling berat terlebih dahulu. Mengapa? Karena Anda masih memiliki pikiran yang fresh dan energi yang besar. Begitu pekerjaan tersulit itu selesai, Anda tinggal menyelesaikan pekerjaan yang ringan sepanjang sisa hari Anda. Menyenangkan, bukan?

Mungkin di antara Anda ada yang sulit bangun pagi. Jika ya, Anda bisa mencoba beberapa tips berikut ini:

1. Bangun lebih pagi secara bertahap
Misalnya Anda biasa bangun jam 6, dan ingin belajar bangun rutin pukul 4:30. Mulailah dengan belajar bangun pukul 5:45. Keesokan harinya, bangunlah pukul 5:30. Begitu seterusnya hingga Anda bisa bangun pukul 4:30. Untuk melakukan ini, diperlukan niat yang kuat, disiplin, dan konsisten.

2. Tidur malam lebih cepat
Jika Anda tidur lebih cepat, maka Anda bisa bangun lebih pagi pula. Hal ini karena tubuh sudah beristirahat dengan cukup. Apabila Anda belum merasa mengantuk, Anda bisa membaca di atas kasur hingga tertidur.

3. Simpan alarm Anda jauh dari tempat tidur
Apabila Anda menaruh alarm persis di samping kepala Anda, Anda akan sangat mudah mematikannya ketika alarm itu berbunyi. Karena itu, simpanlah alarm cukup jauh dari Anda sehingga ketika alarm aktif, Anda harus bangkit dari tempat tidur untuk mematikannya. Tentu saja, jangan sampai Anda kembali tidur setelah mematikan alarm ya. Segeralah keluar kamar dan mencuci muka (atau wudhu dan sholat subuh, bagi yang muslim).

4. Nikmati pagi
Temukan hal-hal menyenangkan bagi Anda yang bisa Anda nikmati saat pagi. Bisa menyaksikan terbitnya matahari, minum secangkir teh atau kopi hangat, sempat membaca koran, menikmati sarapan tanpa terburu-buru, dan lain sebagainya.

Sumber : www.yukbisnis.com  by

Minggu, 15 Desember 2013

Allah SWT, Allah yang Maha Sempurna

Allah yang Tak Pernah Mengecewakan
Allah yang Memberi Rizki
Allah yang selalu Menjawab Doa - Doaku
Allah yang Membuat semuanya Indah Pada Waktunya
Allah yang Memberikan Sejuta Potensi
Allah yang Menolong dan Memberi Keajaiban saat Terjepit
Allah yang Tak Pernah Bosan Mendengar Keluh Kesah
Allah yang Selalu Ada apapun kondisinya
Allah yang Menjadi Teman saat sendiri
Allah yang Menciptakan Rasa Kasih dan Sayang
Allah yang Memilihkan Jalan yang Terbaik
Allah yang Menjadikan Kuat
Allah yang Memberi Harapan
Allah yang Sempurna

Rabu, 05 Juni 2013

Takkan berpaling dariMU...

Kala malam bersihkan wajahnya dari bintang-bintang
Dan mulai turun setetes air langit dari tubuhnya

Tanpa sadar nikmatnya alam karena kuasaMu
Yang takkan habis sampai di akhir waktu perjalanan ini


Terima kasihku padaMu Tuhanku
Tak mungkin dapat terlukis oleh kata-kata
Hanya diriMu yang tahu besar rasa cintaku padaMu

Oh Tuhan anugerahMu tak pernah berhenti
Selalu datang kepadaku Tuhan semesta alam
Dan satu janjiku takkan berpaling dariMu

Engkau sisihkan semua aral melintang di hadapanku
Dan buat terang seluruh jalan hidup ’tuk melangkah

Minggu, 02 Juni 2013

Arti Di Balik Perubahan Warna Langit Ketika Waktu Shalat Tiba

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga karena mereka beresonansi dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (shalat Maghrib dulu). Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.

Tahukah Anda bahwa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu Maghrib ini.

1. Waktu Shalat Subuh

Suka perhatiin ga, kalau waktu selepas Subuh apalagi menjelang siang, warna langit itu (kalau cerah) berwatna biru yang diselingi dengan merah (orange) yang dihasilkan oleh sinar mentari yang mau terbit.

Dalam Islam tidur setelah Subuh itu ga boleh gan karena akan ketinggalan rezeki. Seperti Sabda Rasulullah: Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi harinya. (HR. Abu Dawud no. 2606, Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236, shahih At-Targhiib wa Tarhib no, 1693)

Selain itu, mengapa kita tidak dibenarkan tidur selepas Subuh adalah karena warna biru mempertenagakan kelenjar tyroid. Bila kelenjar tyroid kita lemah seseorang itu akan mengalami masalah kehausan sepanjang hari.

Pada waktu Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahasia yang berkaitan dengan rezeki dan komunikasi. Mereka yang kerap tertinggal waktu Subuh-nya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki.

Ini karena tenaga alam, yaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad dalam keadaan tidur dalam arti kata lain lebih baik terjaga daripada tidur. Di sini juga dapat kita ambil hikmah untuk solat di awal waktu.

Bermulanya saat adzan Subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonansi pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat Subuhnya sebenar sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.

2. Waktu Shalat Dzuhur

Ketika ini warna kuning mendominasi atmosfera. Mengurangi makan pada waktu kuning (siang hari) ialah amalan yang terbaik untuk menjaga supaya pemikiran menjadi kreatif, tajam, dan peka. Ini adalah mengapa kita amat digalakkan untuk melakukan puasa sunah Senin dan Kamis untuk menggurangi beban kerja organ pencernaan.

Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Warna kuning ini mempunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Dzuhurnya berulang- ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya.

3. Waktu Shalat Ashar

Kemudian warna alam akan berubah kepada warna orange, yaitu masuknya waktu Ashar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovarium dan testis yang merangkumi sistem reproduktif.

Rahasia warna orange ialah kreativitas. Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitasnya dan lebih malang lagi kalau di waktu Ashar dipakai buat tidur.

4. Waktu Shalat Maghrib

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka beresonansi dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (shalat Maghrib dulu). Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.

Tahukah Anda bahwa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu Maghrib ini.

5. Waktu Shalat Isya

Apabila masuk waktu Isya, alam berubah ke warna merah dan seterusnya memasuki fasa Kegelapan. Waktu Isya ini menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian dimana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak.

Mereka yang kerap ketinggalan Isya-nya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam di mana keseluruhan sistem tubuh berada dalam keadaan relax/istirahat.